RSS FEEDLOGIN

BENTROKAN LAMPUNG: Sektor Pariwisata Diyakini Tak Kena Dampak

Mursito   -   Sabtu, 10 November 2012, 21:17 WIB

TERKAIT

  • No news.

POPULER

PILIHAN REDAKSI

JAKARTA: Peristiwa bentrokan dua kelompok warga di Lampung Selatan, Lampung, yang terjadi beberapa waktu lalu diperkirakan tidak akan banyak berpengaruh pada sektor pariwisata Indonesia."Bentrok di Lampung itu hanya letupan kecil yang tidak akan berpengaruh signifikan terhadap sektor pariwisata secara umum," kata Guru Besar Bidang Sosiologi Pariwisata, I Gde Pitana, Sabtu (10/11/2012).Dia berpendapat saat ini wisatawan di seluruh dunia sudah semakin realistis dalam memilih destinasi wisata tujuannya.Dengan begitu, konflik yang dinilai Pitana sebagai bentrok berskala kecil itu tidak akan berpengaruh signifikan hingga mengoreksi target kunjungan wisatawan ke Lampung.Pitana mengatakan, karakteristik Lampung dan destinasi wisata lain, seperti Bali dan Yogyakarta cenderung berbeda.Bali dan Yogyakarta adalah destinasi utama wisatawan ke Indonesia, sehingga wajar apapun yang terjadi di dua provinsi itu, dengan cepat akan diketahui masyarakat di dunia internasional termasuk calon wisatawan, katanya.Sementara Lampung, menurut dia, meskipun merupakan salah satu tujuan wisata utama tetapi wilayah yang dijuluki Bumi Ruwai Jurai itu popularitasnya masih terbatas di kalangan pecinta wisata minat khusus, yakni wisata alam dan pantai.Umumnya, kata dia, wisatawan minat khusus lebih realistis karena mampu melihat peta Indonesia secara lebih luas."Mereka sudah bisa membaca peta kita, kalau bentrok kecil di sebuah desa kecil itu bukan berarti seluruh Indonesia tidak aman. Mereka sudah lebih teredukasi," katanya.Meski begitu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyiapkan sejumlah program promosi pariwisata untuk memulihkan citra pariwisata Lampung pascabentrokan berdarah tersebut."Kami sudah menyiapkan beberapa program untuk memulihkan citra pariwisata Lampung pascabentrokan ini terjadi," kata Direktur Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenparekraf, Firmansyah Rahim.Dia juga mengatakan, sejumlah program yang disiapkan di antaranya mengadakan familiarization trip (fam trip) untuk wartawan-wartawan dari dalam dan luar negeri.Selain itu, pihaknya juga sedang merancang sebuah festival seni dan budaya yang mengangkat kesenian dan tradisi masyarakat Lampung."Promosi pariwisata yang sinergi dengan pengembangan destinasi wisata di wilayah ini, akan terus dilakukan agar citra pariwisata kita tidak terpengaruh oleh isu tidak aman yang meresahkan wisatawan pascabentrok," katanya.Dia mengatakan, sejumlah even pertemuan penting juga akan diarahkan untuk digelar di Lampung untuk meyakinkan calon wisatawan untuk berkunjung ke Lampung dan melihat secara langsung kondisi Lampung yang aman."Secara umum kami optimistis konflik Lampung yang terjadi beberapa waktu lalu tidak akan berdampak signifikan terhadap pariwisata secara nasional," katanya.Firmansyah mengatakan, sektor pariwisata Lampung tidak akan terdampak signifikan oleh bentrok yang terjadi antara warga asli Lampung di Desa Agom, Kecamatan Kalianda, dan beberapa desa sekitarnya, serta warga keturunan Bali di Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji, yang awalnya dipicu oleh adanya kecelakaan lalu lintas.Pihaknya sendiri menempatkan Lampung sebagai salah satu destinasi wisata utama di Indonesia di luar Bali yang sedang terus dikembangkan.Daya tarik wisata di provinsi tersebut terutama wisata alam Taman Nasional Way Kambas, Gunung Krakatau, dan wisata pantai Tanjung Setia.Dinas Pariwisata Lampung mendata terjadi peningkatan jumlah wisman yang berkunjung ke provinsi itu dari tahun ke tahun.Pada 2010, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 30.000 pada 2011 meningkat menjadi 35.000. Sementara target target kunjungan wisatawan ke Lampung pada 2012 ditetapkan 50.000.Wisman yang berkunjung ke Lampung, sesuai statistik Dinas Pariwisata Lampung, didominasi oleh turis asal Australia dan sebagian besar turis Australia itu menyasar Tanjung Setia sebagai destinasi wisata.(Antara/bas). 

Source : Newswire

Editor :

Layak Disimak

Komentar :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.