BISNIS.COM, BANDUNG–Koperintek mengeluhkan belum ada solusi dari pemerintah untuk menghadapi pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada 2015, karena imbasnya dikhawarikan lebih memberatkan ketimbang penaikan upah, TDL, dan BBM.
Wakil Ketua Bidang Ekspor Koperasi Industri Tekstil (Koperintek) Kabupaten Bandung Asep Zaenal, mengatakan imbas MEA itu terkait langsung dengan dengan transaksi global.
“Kalau transaksi global kami tidak tahu imbasnya seperti apa karena belum ada solusi dari pemerintah. Yang pasti, imbasnya bisa melebihi dari penaikan BBM atau yang lainnya karena kami belum siap menghadapinya,” tuturnya kepada Bisnis, Jumat (3/5/2013).
Apabila tidak ada proteksi dan insentif pemerintah, Koperintek menilai pasar bebas Asean akan membuat banyak IKM gulung tikar dan PHK tidak bisa dihindari sehingga tingkat pengangguran semakin tinggi.
Koperintek Kabupaten Bandung berharap pemerintah bisa merumuskan kebijakan dan strategi menghadapi MEA dari saat ini agar pelaku usaha bisa mempersiapkan segala hal sejak dini.
Meski demikian, hingga kini IKM di bawah naungan Koperintek terdapat 58 industri, masih bertahan tanpa pemutusan hubungan kerja pascapenaikan upah dan tarif dasar listrik (TDL) awal tahun lalu hingga 10%.
“Kalau yang gulung tikar serta pengurangan tenaga kerja memang belum ada namun kami antisipasi dengan pengurangan produksi.” (Wandrik Panca Adiguna/mfm)
Editor : Fatkhul Maskur

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.