RSS FEEDLOGIN

BARRACK OBAMA Potong gaji 5% demi solidaritas efisiensi anggaran

Rustam Agus   -   Kamis, 04 April 2013, 06:34 WIB

TERKAIT

POPULER

PILIHAN REDAKSI

130303_large_eries-obama.jpgBISNIS.COM, WASHINGTON--Presiden Amerika Serikat Barack Obama memotong 5% gajinya sebagai bentuk solidaritas kepada para pegawai pemerintah yang harus mengambil cuti tanpa bayaran akibat adanya pengurangan anggaran belanja mulai bulan lalu.

Pemotongan gaji Presiden Obama itu mulai dilakukan pada 1 Maret yaitu saat pengurangan anggaran tersebut mulai berlaku.

Pemotongan gaji Obama akan berlangsung hingga akhir Desember tahun ini, kata seorang pejabat pemerintah, Rabu (3/4/2013). Obama sendiri mendapatkan gaji sebesar 400.000 dolar (Rp3,9 miliar) setahun.

Pejabat itu mengatakan Presiden Obama memutuskan untuk mengurangi 5% gajinya, yang berarti jumlah keseluruhannya mencapai 20.000 dolar atau sekitar Rp195 juta.

Jumlah itu akan sama dengan besarnya tingkat pemotongan oleh badan-badan pemerintah nonpertahanan.

Belanja pertahanan dan nonpertahanan telah mengerucut sebagai akibat dari pengurangan di bawah proses yang disebut dengan efisiensi.

Guna menjaga fungsi-fungsi sangat penting, banyak badan pemerintah membuat karyawan mereka mengambil cuti tanpa bayaran.

Langkah Obama itu dilakukan setelah Menteri Pertahanan AS Chuck Hagel mengatakan akan mengembalikan sebagian dari gajinya sebesar jumlah yang tidak lagi diterima oleh para pegawai negeri.

Hagel akan mengembalikan gaji setara dengan 14 hari gaji kepada pemerintah yaitu sekitar US$10.750 (Rp104,8 juta), kata juru bicaranya.

Keputusan Obama untuk memotong gajinya itu pertama kali dilaporkan oleh The New York Times. (ra)

 

Source : Antara/Reuters

Editor : Rustam Agus

Layak Disimak

Komentar :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.