MALANG: Bank Saudara, bank swasta nasional yang dikendalikan keluarga Panigoro, akan menerbitkan obligasi sub ordinansi (subdebt) senilai Rp300 miliar pada 2012.Upaya itu dimaksudkan untuk memperkuat ratio permodalan (capital adequacy ratio/CAR) yang pada tahun depan diharapkan naik dari saat ini 16% menjadi 19%.Presiden Direktur Bank Saudara Yanto M. Purbo, mengatakan penerbitan subdebt tersebut digunakan untuk memacu pembiayaan yang pada 2012 diharapkan tumbuh 40% dari posisi akhir tahun ini yang diperkirakan mencapai Rp5 triliun."Untuk mengimbangi ekspansi tersebut kami juga akan memperluas jaringan layanan sedikitnya 15 kantor baru di sejumlah kota di Indonesia, di antaranya kota Batu dan Palembang pada tahun depan," kata Yanto disela-sela acara Grand Opening kantor Cabang Malang, siang ini.Yanto belum menyebutkan nilai kupon subdebt yang akan diterbitkan pada sekitar September 2012. "Belum, nantilah.. kami masih melihat-lihat pasar dan suku bunga acuan Yang jelas tenor (jangka waktu) tiga tahun."Dia menambahkan penjamin obligasi subdebt Bank Saudara sudah ditunjuk, yakni PT Viktoria Sekuritas dan PT Kresna Sekuritas. Kupon untuk obligasi Bank Saudara yang dilepas pada 2011, kata dia, 10,5%.Yanto menyebutkan, sampai akhir September 2011 penyaluran kredit sudah mencapai Rp3,8 triliun, atau tumbuh sebesar 40% bila dibandingkan posisi akhir 2010. Sedangkan angka non performing loan (NPL) mencapai 0,7%.Dana pihak ke tiga (DPK) mencapai Rp4,3 triliun sampai akhir September yang juga tumbuh 40% bila dibandingkan posisi akhir Desember 2010. Sedangkan laba 2011 ditargetkan mencapai Rp90 miliar, sedangkan realisasi b isa mencapai Rp95 miliar.Kantor-kantor cabang yang akan dibangun pada 2012, kata Yanto, a.l kantor cabang pembantu di Kota Batu. Pembukaan kantor cabang pembantu di Kota Batu mendesak karena di sana banyak peternak sapinya.Hal itu sesuai dengan inti bisnis dari Bank Saudara yang berkonsentrasi pada penyaluran kredit untuk usaha peternakan selain menangani pensiunan serta kegiatan usaha mikro kecil menengah (UMKM) lainnya.Sudah terlambatDalam kesempatan sama, Arifin Panigoro selaku pemegang saham pengendali Bank Saudara, mengatakan kehadiran bank tersebut di Malang terbilang terlambat.Pasalnya, kawasan tersebut merupakan kawasan yang berkembang dan dinamis. Bahkan lebih dinamis daripada Bandung.Pernyataan senada juga diungkapkan Pemimpin Kantor Bank Indonesia (KBI) Malang Totok Hermiyanto dan Wali Kota Malang Peni Suparto.Menurut Totok, Bank Saudara perlu membuka kantor-kantor cabang pembantu di wilayah kerja KBI Malang lainnya karena di sana juga berpotensi usaha peternakannya, seperti Kota Batu, Kota Probolinggo, dan Kab. Lumajang serta Kab. Pasuruan.Wali Kota menambahkan bukti dinamisnya Kota Malang dilihat dari angka pertumbuhan ekonominya. Pada 2010, angka pertumbuhan ekonomi kota tersebut mencapai 6,7%.Dampak tingginya pertumbuhan ekonomi yang tinggi mampu menurunkan angka kemiskinan menjadi tinggal 5,9% pada 2010.(K24/Bsi)
Source : Choirul Anam
Editor :
Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.