RSS FEEDLOGIN

Bank Indonesia Agar Tegas Mengatur Kepemilikan Bank Oleh Asing

Fajar Sidik   -   Rabu, 03 April 2013, 08:01 WIB

TERKAIT

POPULER

PILIHAN REDAKSI

130403_hikmahanto juhana.jpgBISNIS.COM, JAKARTA - Hikmahanto Juwana, Guru Besar Hukum Ekonomi Internasional Universitas Indonesia menilai saat ini terjadi fenomena yang kurang sehat dari investor asing dalam cara penguasaan kepemilikan saham di perbankan nasional.

Menurutnya, Bank Indonesia sebagai regulator perbankan Indonesia harus mengambil sikap terhadap investor asing yang akan mengambil alih bank nasional secara ilegal dari pemilik nasional.

"Ini merujuk pada sebuah bank swasta nasional yang sahamnya perlahan-lahan diambil melalui bursa oleh invesor asing," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Bisnis, Rabu 93/4/2013).

Dia menjelaskan awalnya investor asing melakukan investasi strategis dengan membeli saham yang diperbolehkan oleh regulasi, bukan sebagai pemegang saham pengendali dan sudah disepakati kedua pihak.

Akan tetapi, ungkapnya, diam-diam investor asing membeli saham bank swasta nasional melalui bursa. Dalam regulasi Bapepam tidak ada ketentuan yang melarang investor asing membeli sejumlah saham.

Mengacu regulasi BI, jumlah tertentu yang dimiliki investor asing akan menjadikan investor tersebut sebagai pemegang saham pengendali.

Akibatnya pemegang asing telah menjadi pemegang saham pengendali sesuatu yang belum tentu dikehendaki dan disepakati pemilik saham bank swasta nasional.

"Dalam menyikapi hal ini BI harus tegas. BI tidak boleh dalam posisi lemah terhadap investor asing dan lupa tugasnya melindungi pemilik saham nasional," tegasnya.

Dia menambahkan BI tentu tidak perlu alergi terhadap masuknya modal asing dalam memperkuat perbankan nasional. Namun BI tidak seharusnya menoleransi cara investor asing untuk menguasai pasar perbankan nasional dengan melakukan penyelundupan hukum.

"BI dalam hal ini sebagai regulator harus bersikap tegas, sehingga perbankan nasional dapat tumbuh secara sehat dan terjaga kepastian hukum."

Editor : Fajar Sidik

Komentar :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.