RSS FEEDLOGIN

BACA PUISI DI MESIR: Taufiq Ismail Dipeluk El Kurdi

Ismail Fahmi   -   Rabu, 10 April 2013, 19:34 WIB

TERKAIT

POPULER

PILIHAN REDAKSI

130410_taufiq ismail.jpegBISNIS.COM, JAKARTA— Penampilan penyair ternama asal Indonesia Taufiq Ismail saat membacakan puisi, menghipnotis peserta seminar internasional tentang kesusasteraan yang digelar di Ismailiyah, Mesir.

Penyair yang digolongkan dalam Pujangga Baru Angkatan 1966 itu dalam seminar tersebut membacakan beberapa puisi hasil karyanya dalam bahasa Indonesia dan diiringi terjemahannya dalam bahasa Arab.

"Setelah saya membaca terjemahan puisi anda, sungguh jiwa Muhammad Iqbal dan Ahmad Shauqi bersemayam di puisi-puisi anda", kata Prof Abdurrahim El Kurdi sambil memeluk Taufiq setelah membacakan puisinya, Selasa (09/04/2013).

El Kurdi merujuk pada pujangga kaliber Pakistan mendiang Muhammad Iqbal (1877-1938) dan pujangga Mesir Ahmad Shauqi (1868- 1932).

Iqbal dan Shauqi sangat kesohor di Negeri Seribu Menara itu karena syair-syair mereka dilantunkan penyanyi legendaris Mesir, Ummu Kalsum (1898-1975).

El Kurdi, guru besar kesusastraan Arab di Universitas Terusan Suez, merupakan ketua panitia seminar internasional yang digelar di kampur universitas Terusan Suez di kota Ismailiyah.

Taufiq membacakan empat puisi yang membuat hening dalam ruangan seminar yang dihadiri sekitar 350 undangan, yaitu "Sajadah Panjang", "Celupkan Jarimu Lautan", "Mesir", "9 Pertanyaan Cucuk Untuk Kakeknya", dan "Palestina, Bagaimana Aku Bisa Melupakanmu".

Seminar internasional itu diselenggarakan oleh "Egyptian Institute for Narrative Studies berkerja sama dengan Fakultas Sastra Universitas Terusan Suez. (Antara/if)

Source : Newswire/Miftahul Khoer

Editor : Ismail Fahmi

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.