Bisnis Indonesia - Bisnis.com


ZENKAI MEAT: Produsen Wagyu minati sertifikat Halal

Large_daging__1_

Berita Terkait

JAKARTA: Seiring dengan rencana ekspansi ke pasar Indonesia dan sejumlah negara di Asean, Zenkai Meat Corp—produsen daging sapi Wagyu di Kumamoto Prefecture, Jepang, mengincar sertifikasi halal MUI untuk memuluskan produk di pasar.

Daging Wagyu dikenal sebagai rajanya daging sapi, karena teksturnya yang lunak dan rasanya enak. Tentu, daging yang banyak dipasarkan di segmen menengah atas tersebut harganya premium.

Menurut Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) M. Ichwan Sjam, perusahaan pemotongan sapi dan pengolahan daging Wagyu ini membutuhkan sertifikat untuk menjamin kehalalan proses produksi maupun produknya.

“Ini mengingat sebagian pasarnya dalam masyarakat muslim. Di Jepang juga banyak konsumennya yang muslim, sehingga Zenkai Meat merasa perlu mendapatkan sertifikat halal,” kata Ichwan yang tengah berkunjung ke Kumamoto Prefecture bersama rombongan MUI dan PT Barelang Livestock Centre (BLC).

Selain Ichwan, ikut dalam rombongan tersebut adalah Ketua MUI Amidhan, Presiden Komisaris BLC Sudomo, dan Presiden Direktur BLC Tjetty Abas. Selain mengunjungi fasilitas pemotongan hewan dan pengolahan daging Wagyu, rombongan tersebut juga diterima oleh Gubernur Kumamoto Prefecture.

“Kami menjajaki kerja sama dengan Zenkai Meat untuk memasarkan produknya ke Indonesia. Tidak tertutup kemungkinan kami akan masuk ke Malaysia, dan Singapura. Oleh karena itu, sertifikat halal diperlukan,” kata Tjetty.

Menurutnya, BLC akan menyediakan cold storage dan fasilitas pengolahan daging Wagyu, termasuk pengemasannya, untuk selanjutnya di distribusikan ke pasaran. (faa)

Discuss: ZENKAI MEAT: Produsen Wagyu minati sertifikat Halal

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Other area