Bisnis Indonesia - Bisnis.com


YAYASAN FRANS SEDA dikembangkan di Belanda

Large_frans_seda

Berita Terkait

JAKARTA: Yayasan Frans Seda yang bergerak di bidang pendidikan dan pengembangan generasi muda akan dikembangkan di Belanda oleh Universitas Tilburg dan Universitas Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta.

Rektor Unika Atma Jaya Lanny Pandjaitan mengatakan pengembangan Yayasan Frans Seda di Belanda tersebut mendapat dukungan penuh dari Wakil Presiden Boediono.

"Pak Boediono mendukung yayasan ini dan memberikan respons positif," kata Lanny seusai diterima Wapres hari ini, 23 Februari 2012, bersama dengan perwakilan dari Tilburg dan Pendiri Yayasan Frans Seda Dolf Huijgers.

Lanny mengatakan para pendiri yayasan dan perwakilan Universitas Tilburg  bertemu dengan Wapres untuk memberikan informasi mengenai pengembangan Yayasan Frans Seda. Selain itu, juga ingin mengetahui pandangan Wapres Boediono mengenai pemikiran Frans Seda.

Frans Seda, menurut Lanny, telah memberikan pikirannya tentang keadilan sosial dalam membangun negara ini. Frans Seda juga memikirkan pendidikan generasi muda dengan mendirikan Unika Atma Jaya dan pernah menjabat sebagai rektor Atma Jaya pada 1960.

Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya ke depan akan bekerja sama dengan Universitas Tilburg, Belanda, untuk mengembangkan Yayasan Frans Seda.

"Yayasan ini bertujuan untuk memberi kontribusi kepada memori Pak Frans Seda khususnya di bidang keadilan sosial dan generasi muda," katanya.

Franciscus Xaverius Seda atau lebih dikenal Frans Seda dilahirkan di Maumere, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, 4 Oktober 1926. Dia belajar di Kolese Xaverius Muntilan dan HBS (Hollandsche Burgerschool) di Surabaya. Adapun gelar sarjana ekonomi diraih dari Katolieke Economische Hogeschool, Tilburg, Belanda (1956).

Frans Seda pernah menduduki jabatan menteri pertanian pada Februari-Juli 1966. Kemudian menjabat menteri keuangan pada 1966-1968 dan menteri perhubungan pada 1968-1973.(tw)
 

Discuss: YAYASAN FRANS SEDA dikembangkan di Belanda

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Other area