Bisnis Indonesia - Bisnis.com


WISATA NTT: Menteri Pariwisata kesengsem alam Maumere

Large_wisata-religi-di-maumere-ntt

Berita Terkait

 


JAKARTA: Maumere, Nusa Tenggara Timur  berpotensi dikembangkan menjadi daerah tujuan wisata alternatif.

Menteri Pariwista dan Ekonomi Kreatif Mari E Pangestu mengatakan provinsi ini kaya akan nilai sejarah dan tempat wisata yang dapat dikembangkan. Sekaligus bisa menjadi sentra ekonomi kreatif dari produk tenun.


“Potensi Maumere tidak hanya wisata rohani atau ziarah seperti yang saat ini banyak dilakukan wisatawan. Wisata alam dan kerajinan rumahtangga berupa tenun ikat perlu ditingkatkan promosinya,” ujarnya hari ini.


Mari bercerita, akhir pekan lalu dia membuka acara Pekan Pesona Flores Maumere In Love di Maumere yang dimeriahkan dengan parade budaya, misa akbar untuk perdamaian, expo produk unggulan flores, festival ikan bakar, dan pesta rakyat, panggung pertunjukan etnik flores, workshop fotografi bersama komunitas jurnalis foto nasional dan  lomba mewarnai motif tenun.


Menurut dia, pengembangan pariwisata berkelanjutan melestarikan warisan budaya seperti yang diwujudkan dalam Pekan Pesona Flores itu, selain kegiatannya juga ramah lingkungan. Salah satunya pembuatan tenunan khas Flores.


Keunggulan menerapkan konsep pariwisata berkelanjutan adalah melibatkan elemen masyarakat setempat sehingga mereka bisa menjadi ujung tombak  pengembangan pariwisata di daerahnya sekaligus mendapatkan manfaat ekonomi dari interaksi dengan wisatawan.


Selain membuka Maumere In Love,  Mari yang didampingi Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenparekraf, Firmansyah Rahim serta  unsur Muspida Kabupaten Sikka juga mengunjungi Museum  Bikon – Blewut, museum budaya dan misi Katolik di Maumere dan  melihat koleksi utama museum tersebut yaitu Fosil Fauna, Flora Gua Flores serta fosil-fosil manusia purba dan Fosil Gajah Jenis Stegodon Trigonocephalus yang berusia kira-kira 300.000 tahun.


Tempat lainnya yang dikunjungi adalah Wisung Fatima Lela yang bertempat di Desa Lela, Kabupaten Sikka. Di Kabupaten yang menjadi penerima PNPM Mandiri Pariwisata sudah memiliki peningkatan dengan sejumlah fasilitas.


“Perlu segera dibangun gedung untuk display barang atau sejenis showroom untuk memamerkan sekaligus memasarkan hasil kerajinan masyarakat  sehingga dapat meningkatkan daya tarik dan nilai barang di mata wisatawan.,” kata Mari.(msb)

Discuss: WISATA NTT: Menteri Pariwisata kesengsem alam Maumere

Showing 1 - 1 of 1 comments

  • C7f529122e142bd735e83b6a9eb1cd4c.png?s=37&d=http%3a%2f%2fwww.bisnis.com%2fimages%2fimg-comment-avatar

    silvester

    Senin, 09 April 2012 | 13:55 WIB

    terimakasih Ibu sudah berkunjung ke flores dan melihat sedikit obyek wisata disana. tidak bisa dipungkiri bahwa keindahan alam dan keanekaragaman budaya NTT menjadi salah satu obyek wisata. walaupun pada dasarnya perkembangan dunia pariwisata di NTT tidak begitu signifikan dan berkembang seadanya. faktor yang menjadi kendala berkembangnya destinasi wisata NTT adalah aksesibilitas yang sulit dijangkau. bayangkan saja untuk mencapai ke daerah NTT harus mengeluarkan uang jutaan rupiah. selain itu tingkat sdm dan kesadaran masyarakat untuk menyadari pentingnya usaha pariwisata sebagai sumber perekonomian alternatif masih kurang. karena pada dasarnya kurangnya wisatawan yang datang, sehingga pariwisata dianggap sebagai kegiatan sampingan saja. masalah yang paling utama adalah belum siapnya obyek/atraksi wisata untuk di pasarkan bagi dunia nasional maupun internasional. jika dibandingkan dengan daerah lain maka destinasi NTT masih kalah berkembang. Akan tetapi perlu diingat bahwa destinasi NTT memiliki keunikan tersendiri yang khas. kurangnya kesiapan destinasi tidak lain dan tidak bukan karena perhatian pemerintah untuk mengalokasikan dan dalam pengembangan pariwisata masih kurang. sehingga perkembangan obyek wisata itu sendiri berada pada titik stagnasi. maka dari itu perlu adanya kerja sama antar semua stakeholder, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat itu sendiri untuk mengembangkan dan memajukan PARIWISATA di NTT.

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Other area