Bisnis Indonesia - Bisnis.com


WISATA DAERAH: Hotel & restoran harus perluas kerja sama promosi

Large_turis__2_

Berita Terkait

MAKASSAR: Pemerintah mengimbau Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia agar mulai melakukan pendekatan ke pemerintah daerah untuk memperkuat kerja sama promosi seiring dengan rencana pembentukan Badan Promosi Pariwisata Daerah yang kini sudah eksis di beberapa provinsi.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu mengatakan selain melakukan pendekatan dengan pemerintah daerah, PHRI juga diharapkan bisa melakukan kemitraan dengan pihak-pihak terkait lainnya. "Supaya bisa tercipta multiplier effect yang lebih besar. Jadi PHRI harus lebih banyak menggunakan produk lokal, membantu mitra-mitra suplier, sehingga  multiplier effect dari keberadaan industri pariwisata dapat menjadi lebih tinggi," ujar Mari di sela-sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PHRI II di Makassar, hari ini.

Menurutnya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama PHRI dapat bersinergi, karena tidak ada pariwisata tanpa ada hotel dan restoran. Apalagi PHRI memang adalah mitra yang diharapkan bisa bersama-sama meningkatkan pariwisata menuju standar yang lebih baik.

Adapun terkait standar yang lebih baik tersebut, katanya, PHRI harus tetap memperhatikan masalah sertifikasi dan menciptakan standar yang lebih baik itu agar bisa bersaing. "Oleh sebab itu pelayanan harus baik, infrastruktur juga harus baik. Jadi ini semua yang harus dikerjasamakan dengan PHRI," ujar Marie.

Dia menambahkan terkait sertifikasi tersebut, diharapkan akan ada roadmap atau pemetaan untuk sertifikasi kompetensi sumber daya manusia (SDM) maupun usahanya. "Nah ini juga sudah kami bahas dengan PHRI, bagaimana roadmap yang akan kita lakukan beberapa tahun kedepan, agar target yang ditetapkan bisa tercapai," tegasnya. (faa)

Discuss: WISATA DAERAH: Hotel & restoran harus perluas kerja sama promosi

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Other area