BALIKPAPAN: Badan Promosi Pariwisata Balikpapan (Balikpapan Tourism Board/BTB) mengharapkan agar anggaran yang diberikan oleh Pemkot Balikpapan minimal mencapai Rp1 miliar agar kegiatan promosi pariwisata berjalan optimal.
Ketua BTB Sugianto mengatakan saat ini pihaknya hanya memiliki dana untuk kegiatan promosi sebesar Rp150 juta yang bersumber dari alokasi APBD 2012. “Sementara untuk operasional sekitar Rp50 juta sehingga total anggaran yang kami terima sekitar Rp200 juta,” ujarnya hari ini (07/02).
Anggaran tersebut belum bisa berfungsi optimal untuk menggenjot promosi wisata di Balikpapan karena kota lokasi promosi jumlahnya terbatas. Sebelumnya, pihaknya baru melakukan promosi ke Bali dan
Yogyakarta melalui table top.
Namun, tahun ini pihaknya belum merencanakan tujuan daerah lain yang mungkin bisa dijadikan sebagai tempat promosi.
Sugianto mencontohkan anggaran promosi yang diterima oleh Bali bisa mencapai Rp1 miliar. Hal ini menjadikan promosi yang dilakukan Bali bisa lebih efektif selain didukung oleh industri pariwisata yang sudah berjalan. Untuk itu, pihaknya mengharapkan agar alokasi anggaran promosi BTB setidaknya mampu mencapai Rp1 miliar.
Ketua DPD Asita Kaltim Joko Purwanto mengatakan setidaknya BTB memperoleh anggaran untuk promosi sebesar 3% dari total pendapatan asli daerah (PAD) yang disumbangkan dari sektor pariwisata yang mencapai Rp37 miliar. “Hanya 3% saja. Saya yakin sudah bisa efektif promosinya,” ujarnya.
Joko mengatakan dengan anggaran promosi yang hanya sebesar Rp150 juta, BTB tidak bisa berbuat banyak untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Dia menuturkan kemungkinan promosi yang bisa dilakukan oleh BTB hanya berskala kecil dan dalam level regional. Sehingga, efeknya tidak bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata Balikpapan Doortje Marpaung mengatakan minimnya anggaran yang diberikan melalui APBD sudah melalui beberapa pertimbangan. “Kami juga harus mempertimbangkan pos anggaran lain yang memang urgent karena tidak mungkin bisa dipenuhi semua,” tegasnya.
Doortje mengatakan apabila memang dana promosi tersebut kurang, BTB dan Asita bisa mengajukan kepada Pemkot Balikpapan untuk didiskusikan bersama. Pemkot Balikpapan bersedia untuk mempertimbangkan penganggaran apabila memang kebutuhan tersebut sangat mendesak.
Pihaknya juga sedang menjajaki peluang untuk meningkatkan destinasi rute pesawat yang bisa langsung mendarat di Balikpapan dari daerah yang memiliki potensi wisata tinggi seperti Bandung dan Kuala Lumpur.
Doortje menambahkan perluasan Bandara Internasional Sepinggan yang ditargetkan rampung pada pertengahan 2013 bisa menjadi salah satu upaya untuk dapat merealisasikan hal tersebut. (22/Bsi)

Showing 1 - 3 of 3 comments