Bisnis Indonesia - Bisnis.com


TUJUAN WISATA: Sudah coba kereta api wisata Bandung-Cianjur?

Large_eries-keretaapi

Berita Terkait

 

BANDUNG:  Jumlah wisatawan mancanegara yang berminat untuk menikmati jalur wisata KA Bandung-Cianjur terutama kawasan terowongan Lampegan terus meningkat.

 

"Informasi tentang jalur terowongan Lampegan Cianjur cukup menyebar di kalangan wisatawan mancanegara dan juga pemerhati bangunan heritage. Terutama dari Belanda," kata Kepala Humas PTKA Daop II Bandung, Bambang Setya Prayitno di Bandung, Senin 20 Februari 2012.

 

Hal tersebut merupakan salah satu potensi yang akan dikembangkan di jalur itu yang saat ini dilayani oleh KA lokal Ciroyom-Cianjur.

 

Menurut Bambang, jalur Bandung-Cianjur memiliki potensi wisata heritage dan wisata prasejarah seperti Situs Gunung Padang di mana ditemukan kawasan situs punden berundak di kawasan bukit itu.

 

Situs Gunung Padang bisa diakses dari Stasiun Cianjur dengan menggunakan kendaraan roda empat hingga ke lokasi situs itu berada.

 

"Jalur itu diharapkan bisa lebih hidup setelah jalur Ciajur - Sukabumi dibuka. Jalur itu sudah selesai direvitalisasi, namun belum dioperasikan," kata Bambang.

 

Di lain pihak jalur Cianjur-Bandung juga perlu direvitalisasi karena jalur itu selama ini belum bisa dilintasi oleh lokomotif terbaru jenis CC.

 

Namun saat ini, PTKA Daop II Bandung tidak segan-segan mengoperasikan lori untuk memfasilitasi kehadiran wisatawan mancanegara ke jalur Bandung-Lampegan Cianjur. (Antara/ea)

Discuss: TUJUAN WISATA: Sudah coba kereta api wisata Bandung-Cianjur?

Showing 1 - 1 of 1 comments

  • A51ea1756ac309e7a5bd0bc67934fb6f.png?s=37&d=http%3a%2f%2fwww.bisnis.com%2fimages%2fimg-comment-avatar

    hendy

    Kamis, 23 Februari 2012 | 13:58 WIB

    sudah lebih setahun sejak Komisi V DPR Bpk. Yudi W. menagih janji kapan pemerintah mengoperasionalkan kembali Jalur KA Bandung - Sukabumi, namun hingga kini belum ada tanda-tanda untuk menghidupkan kembali, padahal jalur sudah 100% bisa dilewati KA dengan biaya puluhan bahkan ratusan milyar rupiah

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Other area