JAKARTA: PT Triputra Argo Persada, salah satu anggota grup Triputra yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dan karet, segera mendapatkan pinjaman sindikasi senilai US$260 juta dari sejumlah bank.
Menurut informasi yang diterima oleh Bisnis, perjanjian kredit sindikasi tersebut akan ditandatangani pada Selasa (25/10), pekan depan di salah satu hotel berbintang lima di Jakarta. Namun tidak ada keterangan lebih lanjut mengenai rencana pinjaman sindikasi tersebut.
Triputra Agro Persada merupakan bagian dari grup Triputra yang didirikan pada 1998 oleh Theodore Permadi Rachmat, mantan Presiden Direktur Astra International.
Triputra Group memiliki sejumlah anak usaha yang diantaranyabergerak dalam bidang pengolahan karet, perkebunan, bahan kimia, komponen otomotif, batu bara dan jasa keuangan.
Pada Agustus lalu, salah satu anak usaha Triputra, yakni PT Kirana Megatara juga mendapatkan fasilitas kredit sindikasi dari 12 bank senilai US$600 juta dengan opsi penambahan pinjaman modal kerja sebesar US$200 juta.
Sebagian besar dari pinjaman sindikasi ini, yakni US$500 juta, diperuntukan untuk modal kerja dengan jangka waktu 3 tahun dan dapat diperpanjang 3 tahun lagi. Adapun sisanya, yakni US$100 juta merupakan pembiayaan investasi pembangunan, ekspansi serta akuisisi pabrik dengan tenor selama 5 tahun.
Berlaku sebagai pemimpin sindikasi kredit tersebut adalah CIMB Niaga, HSBC Indonesia, Bank Permata dan Standard Chartered. Adapun bank yang menyalurkan pinjaman adalah Eximbank Indonesia, ICBC Indonesia, Rabobank Indonesia, OCBC Singapura, OCBC NISP, Bank of Tokyo UFJ, Korea Development Bank dan Bank of China. (faa)
Showing 0 - 0 of 0 comments