SINGAPURA: Suplai beras diperkirakan mencapai level tertingginya pada dekade terakhir menyusul masuknya musim panen raya yang tidak diikuti kenaikan konsumsi. Impor beras justru menurun pertama kali dalam 3 tahun terakhir.
Stok di gudang diperkirakan naik 3% menjadi 100,1 ton, terbanyak sejak 2003, setelah kontrak impor beras global turun 7,5%, ungkap Departemen Pertanian AS. Ekspor beras Thailand, yang menjadi pembanding utama, tergelincir 11% menjadi US$500 per ton, terendah sejak Juni tahun lalu, dan berada di kisaran rata-rata 11 pedagang dan eksportir beras dalam data Bloomberg.
Harga beras terperosok 15% dari harga tertingginya pada November di India, negara produsen kedua dunia. Thailand, pemasok utama beras dunia, membeli sedikit dari perkiraan pada 4 bulan terakhir untuk kepentingan stok pemerintah. Kondisi ini menunjukkan suplai bahan pangan ini sedikit tergeser saat petani lebih banyak menanam gandum dan jagung.
Harga pangan dunia jatuh 10% dibandingkan dengan rekornya pada Februari 2011, ungkap PBB.
"Ekspor India sempat mengguncangkan perhitungan suplai dan permintaan," ujar Jac Luyendijk, CEO Preverenges, SAT Swiss Agri Trading SA yang berbasis di Swiss, yang telah bekerja lebih dari 20 tahun di sektor industri beras. "
Kondisi saat ini sangat negatif." (Bloomberg/arh)

Showing 0 - 0 of 0 comments