Bisnis Indonesia - Bisnis.com


TRANSPORTASI KOTA: Bandung kurang progresif

Large_trans_metro_bandung_big

Berita Terkait



BANDUNG: Kementerian Perhubungan tahun ini akan menambah jumlah armada bus Trans Metro Bandung (TMB) untuk melayani jalur tengah dan menambah kapasitas penumpang yang terangkut .

Direktur Bina Sistem Transportasi Perkotaan (BSTP) Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Elly Sinaga mengatakan pengembangan transportasi massal di Kota Bandung termasuk kurang progresif karena keterbatasan jalan.

Untuk itu, katanya, ihaknya masih fokus mengembangkan layanan di jalur tengah Cibiru-Cibeureum atau Jalan Soekarno-Hatta yang memiliki kapasitas dan lebar jalan yang memadai.


“Jalur tengah akan kita kembangkan karena kapasitasnya lebar,” kata Elly di Bandung, hari ini.

Dia menuturkan jika subsidi bahan bakar minyak April nanti dialihkan ke perbaikan angkutan umum, kementerian berencana membuat jalur khusus mirip Busway bagi TMB. “Kalau belum ada anggarannya, gabung dulu dengan jalur kendaraan lain,” katanya.

Kementerian juga berinisiatif untuk menambah jumlah armada TMB. Jumlah TMB yang dioperasikan saat ini hanya 10 unit dari rencana pengoperasian sebanyak 39 unit. “Masa jumlah TMB masih sedikit seperti itu?” katanya.

Tahun ini pihaknya akan menambah 15 unit TMB dengan kapasitas 85 penumpang.

Agar pelayanan TMB ini maksimal Elly meminta pihak Pemkot Bandung untuk segera membenahi pembangunan 14 shelter yang sampai saat ini masih mangkrak.

Meski masih memiliki persoalan, Dinas Perhubungan Kota Bandung sendiri tahun ini sudah menganggarkan Rp3 miliar untuk membangun 30 hingga 34 shelter TMB koridor dua yang akan melintas di jalur tengah, yakni dari Cicaheum ke Cibeureum.

Koridor II ini rencananya akan dilalui bus TMB berbadan besar sebanyak 8 unit dari 13 unit yang diajukan. Sejak beroperasi 24 September 2009 lalu,TMB belum bisa beroperasi secara maksimal.

Kebutuhan operasional dan pemeliharaan TMB selama tiga tahun ini masih disubsidi oleh pemerintah Kota Bandung sebesar Rp ,3 miliar.

Tahun lalu, pihak pengelola hanya meraup Rp700 juta yang berasal dari penjualan tiket. “Kinerjanya masih memble,” ujarnya.(msb)

Discuss: TRANSPORTASI KOTA: Bandung kurang progresif

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Other area