Bisnis Indonesia - Bisnis.com


TOM CRUISE ikutan cari anak hilang via twitter

Large_eries-tomcruise

Berita Terkait

JAKARTA: Bintang Mission Impossible Tom Cruise menggunakan akun twitter-nya untuk mengajak 2,4 juta pengikutnya agar membantu mencari Ben.

 

Dia mengirimkan pesan mengenai seseorang yang diyakini diculik sewaktu dia masih balita berusia 21 bulan di Pulau Kos, Yunani pada 1991.

 

Pesannya diakhiri dengan mengutip ucapan ibu si anak hilang, "Semoga ia bisa ditemukan dan dapat kembali pulang".

 

Cruise yang saat ini berusia 49 tahun itu, mengirimkan pesan kepada pengikut akun twitternya untuk membantu mencari Ben, yang kini akan berusia 22 tahun.

 

Aktor itu dihubungi selama 24 jam berturut-turut melalui akun Twitternya yang minggu ini hanya menyoroti kasus Ben.

 

Awalnya dia bertujuan menghimpun 10.000 pengikut online, tapi dia malah kebanjiran jutaan pengikut. "Responnya benar-benar luar biasa," ujar koordinator Scott Morrison seperti dikutip The Sun.

 

Ibu kandung Ben, Kerry Grist, 39, yang berasal dari Ecclesfied, York Selatan, mengatakan, "Saya tidak dapat mempercayai apa yang sedang terjadi. Ada begitu banyak orang yang ingin membantu dalam pencarian Ben. Ini menunjukan bahwa mereka peduli."

 

Aktor True Lies, Tom Arnold, dan aktris Coronation Street, Kym Marsh, turut membantu mencari Ben. Anak yang berambut pirang itu menghilang saat bermain di luar rumah kakek-neneknya yang sedang direnovasi.

 

Pihak berwenang Yunani yang selama ini mengabaikan permintaan keluarga untuk mencari Ben, kini resmi membuka kembali kasus penculikan itu.

 

Kerry yang orang kantoran dan memiliki seorang anak gadis berusia 18 tahun bernama Leighanna berkata, "Setiap hari saya memikirkan Ben." (ea)

Discuss: TOM CRUISE ikutan cari anak hilang via twitter

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Other area