JAKARTA: Universitas Ciputra Entrepreneurship Center (UCEC) menargetkan jumlah TKI Singapura yang mengikuti pelatihan entrepreneurship pada tahun ini naik dua kali lipat dari tahun lalu, menjadi 2.000 orang.
"Pelatihan entrepreneurship bagi TKI di Singapura tahun lalu mencapai 1000 orang. Tahun ini UCEC dan Media Transformation Ministry (MTM) sebagai penyelenggara mengharapkan peningkatan 100%," jelas Antonius Tanan, Presdir UCEC, Senin 6 Februari 2012.
Besarnya minat MTM untuk menyelenggarakan pelatihan karena terbukti kegiatan ini efektif sehingga akhirnya para peserta ingin segera berubah menjadi pengusaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Dia menjelaskan pada Januari lalu dalam pelatihan entrepreneurship yang diselenggarakan MTM bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Batam dan UCEC (Universitas Ciputra Entrepreneurship Center) di lantai 3 Hotel Grand Hyatt, Singapura hampir semua dari 200 peserta siap berwirausaha dan merubah nasib.
Dua ratus TKW yang mengikuti pelatihan entrepreneurship ini hanya sebagian kecil dari 100.000 TKI yang bekerja di sektor domestik di Singapura.
Media Transformation Ministry (MTM), kata Antonius, adalah sebuah lembaga swadaya masyarakat yang dibentuk orang Indonesia yang tinggal dan bekerja di Singapura dengan misi menyelenggarakan pendidikan kesetaraan.
"Selain itu juga menyelenggarakan pelatihan employability dan entrepreneurship serta melakukan fasilitasi TKW/TKI,"jelasnya.
Para peserta pelatihan adalah mereka yang menjadi peserta sekolah persamaan Paket A (SD), B (SMP), dan C (SMA) yang diselenggarakan MTM setiap akhir pekan di tempat yang sama.
Harun, Direktur MTM, menjelaskan setelah mengikuti pelatihan, para TKW mengalami perubahan yang dramatis. Mereka sangat berpikir positif dan percaya diri karena itulah pelatihan entrepreneurship menjadi prioritasnya.
"Langkah kami memajukan para TKW dengan memberi pendidikan kesetaraan dan pelatihan entrepreneurship hasilnya nyata dan banyak diantaranya yang sudah punya mimpi," kata Harun.
Mereka yang memiliki mimpi-mimpi itu beruntung karena majikan-majikan mereka yang umumnya ekspatriat asing di Singapura justru mendorong mereka untuk maju.
"Tercatat puluhan yang siap membuka usaha setelah kontrak kerja di Singapura berakhir,"kata Harun.
Selain di Singapura, UCEC, kata Antonius Tanan tetap akan menyelenggarakan pelatihan entrepreneurship bagi TKI di Hong Kong, Malaysia, dan Taiwan.
"Jumlah pesertanya akan sangat bergantung dari kesanggupan mitra kerja kami di masing-masing negara. Oleh karena itu kepedulian berbagai pihak untuk mengubah nasib TKI lewat pelatihan entrepreneurship sangat dibutuhkan ," tegasnya. (bas)
Showing 0 - 0 of 0 comments