JAKARTA: Wakil Presiden Boediono menghendaki kejayaan tinju amatir Indonesia dihidupkan kembali setelah selama 10 tahun nyaris tidak ada prestasi menggembirakan di kancah internasional seperti Olimpiade.
"Tadi Wapres menyampaikan kepada kami agar memiliki program untuk bisa mengembalikan kejayaan prestasi tinju amatir seperti di era 1970-an hingga 1990-an," kata Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Reza Ali seusai menemui Boediono, hari ini Rabu (15/2).
Reza mengatakan prestasi tinju amatir Indonesia dalam 10 tahun terakhir memang kurang menggembirakan dan tidak bisa berbicara di pentas Asia bahkan untuk tingkat Olimpiade tidak lolos seleksi.
Pertina saat ini akan menggelar kompetisi petinju amatir piala bergilir Wakil Presiden pada 24-29 Maret 2012 di Cibubur. Turnamen tahunan digelar sebagai ajang seleksi bagi atlet tinju amatir Indonesia menuju Olimpade di Rio de Janeiro pada 2016 mendatang.
"Sesungguhnya untuk bisa membangun prestasi tinju bisa bertarung di kancah internasional butuh waktu hingga 12 tahun tapi Wapres minta bisa mewujudkan pada empat tahun ke depan agar bisa ikut Olimpiade 2016," katanya.
Dia mengatakan idealnya seorang petinju yang ingin bertarung di kancah internasional, seperti olimpiade minimal harus bertanding 200 kali. Adapun, seorang petinju di Indonesia untuk bertarung ditingkat Sea Games telah bertarung 20-30 kali.
Reza mengatakan turnamen tinju amatir ini juga akan menjaring bakat-bakat baru di daerah. Dia juga mengharapkan dukungan dari masyarakat agar anak-anak muda yang mempunyai bakat petarung agar disalurkan menjadi petinju amatir untuk menanggulangi kenakalan remaja.
Ketua Harian PB Pertina Michael Watimena mengatakan turnamen Piala Wapres rencananya akan diikuti 13-150 petinju yang ada di seluruh daerah Indonesia. (ra)

Showing 0 - 0 of 0 comments