SURABAYA:PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk akan memacu pertumbuhan
pelanggan Groovia di Jatim hingga 400% pada tahun ini menyusul besarnya animo masyarakat untuk mendapatkan layanan tersebut.
General Manager Telkom Regional V Jawa Timur PT Telkom Joko Raharjo mengatakan ekspektasi lompatan pelanggan Groovia di Jatim bukan suatu yang berlebihan. Berdasarkan evaluasi hasil kinerja jumlah pelanggan Groovia di Jatim sudah mencapai 1.500 padahal layanan itu baru pada tahap try out.
“Bahkan pertumbuhan pelanggan Groovia di Jatim ini di atas nasional. Kondisi inilah yang membuat kami berani mematok kenaikan hingga 400% pada tahun ini,” ujar Joko kepada Bisnis akhir pekan.
Dia membenarkan layanan Groovia Telkom di Jatim belum dapat menjangkau seluruh area di wilayah tersebut. Apalagi cakupun jaringannya hanya sekitar 1,2 km . “Kami tidak berambisi dengan cakupan jarak yang lebih jauh karena taruhannya nanti pada kualitas produk,” ujarnya.
Joko mengatakan perluasan jaringan pelayanan Groovia akan dilakukan secara bertahap. Saat ini cakupan areanya baru Surabaya dan beberapa daerah penyangga seperti Sidoarjo, Gresik dan Mojokerto. Setelah itu uji coba akan dilanjutkan di Malang, tentu setelah di Surabaya sudah pada tahap komersial.
“Minimal kuarta II 2012 uji coba di Malang dan sekitarnya sudah bisa dilakukan sehingga kami optimistis target pertumbuhan pelanggan 400% pada akhir tahun ini akan terlampui,” ungkap Joko.
Telkom, lanjutnya, akan mengemas produk tersebut dalam satu paket bundling atau kolaborasi dengan produk yang lain seperti Speedy dan TelkomVision. Dengan harapan semuanya dapat sama-sama tumbuh.
Sekarang ini, kata dia, yang terpenting bagaimana Telkom bisa melakukan edukasi kepada pelanggan untuk memahami penggunaan internet sebagai alat informasi, bisnis, sekaligus untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup.”Pendeknya produk Groovia ini akan menggiring pelanggan untuk memanfaatkan layanan TV pintar.
Saat ini jumlah pelanggan telepom tetap BUMN itu di Jatim tercatat 1,5 juta. Sementara itu pelanggan Speedy sekitar 300.000 nomor. “Target kami pertumbuhan pelanggan ini bisa mencapai di atas 20%,” tambahnya.
Menurutnya pasar akses data di provinsi ini masih terbuka. Apalagi total pelanggan Speedy di Jatim ini baru 0,9% dari total penduduk setempat. (sut)
Showing 0 - 0 of 0 comments