MAMUJU, SULAWESI BARAT: Pemerintah menargetkan program revitalisasi sentra industri rotan di daerah penghasil bahan baku sudah terealisasi pada kuartal pertama tahun ini.
Menteri Perindustrian M. S. Hidayat mengatakan Kementerian Perindustrian menyiapkan program untuk mengoptimalkan sentra produksi yang telah ada dan bersiap membangun beberapa sentra produksi baru.
Program revitalisasi rencananya dilaksanakan melalui pembinaan produsen dalam proses produksi, penyediaan peralatan dan teknologi serta mempersiapkan produk dan pasar untuk memastikan keberlanjutan produksi.
“Selama ini tidak optimal, peralatannya banyak yang tidak terpakai. Yang sering dilupakan adalah produk unggulan, kita nanti siapkan produk serta pasarnya,” kata Hidayat, Selasa (21/02).
Saat ini, sentra produksi produk jadi rotan sudah tersedia di beberapa daerah penghasil bahan baku seperti Pidie, Aceh; Katingan, Kalimantan Tengah dan Palu, Sulawesi Tengah.
Hidayat mengatakan Kemenperin tengah menjalankan feasibility studies untuk membangun sentra produksi di Mamuju, Sulawesi Barat dan pusat inovasi desain rotan di Palu.
Selain itu, tambah Menperin, pemerintah menyiapkan program transmigrasi bagi 50 kepala keluarga pengrajin rotan dari Cirebon ke Katingan.
Para pengrajin dari Cirebon tersebut akan diberikan bantuan peralatan dan dibiayai selama 2 tahun untuk membangun industri produk jadi rotan di Katingan serta mengajarkan keterampilan pada warga setempat.
Gubernur Sulawesi Barat Anwar Adnan Saleh mengatakan pemerintah pusat harus merealisasikan janji untuk mendorong industri pengolahan produk jadi rotan di daerah penghasil.
Mendukung penuh
Dia menyatakan pemerintah daerah di seluruh Sulawesi mendukung sepenuhnya kebijakan larangan ekspor rotan asalan untuk mendorong hilirisasi produk rotan dan menjaga kelestarian rotan.
Namun, kebijakan tersebut harus disertai oleh keseriusan pemerintah pusat membangun sentra produksi produk jadi rotan dan menarik investasi pabrik mebel rotan ke luar Jawa.
“Adanya industri rotan di daerah penghasil bisa memperpendek rantai pasokan bahan baku dan mengurangi biaya, industri jangan hanya terpusat di Jawa,” kata Anwar.
Ketua Umum Asosiasi Mebel dan Kerajinan Rotan Indonesia (AMKRI) Hatta Sinatra menjanjikan bantuan teknis untuk pengembangan industri rotan di luar Jawa.
Pelaku industri besar di Cirebon, jelasnya, telah merancang metode produksi yang bisa direplikasi dalam waktu singkat oleh produsen-produsen produk jadi rotan baru di luar Jawa.
“Metode ini untuk memproduksi mebel rotan dengan ukuran dan kriteria tertentu, tidak harus belajar lagi. Kami [produsen rotan di Cirebon] sudah belajar puluhan tahun, tinggal diikuti,” kata Hatta. (Bsi)

Showing 1 - 1 of 1 comments