PALEMBANG: Pemprov Sumsel akan kembali mendorong program 'tumpang sari' alias integrasi peternakan sapi di ekbun kelapa sawit guna mendukung swasembada daging 2014.
Sekda Pemprov Sumsel Yusri Effendi mengatakan program perkebunan terpadu itu sebenarnya telah dijalankan tiga tahun lalu, tapi belum optimal.
"Kendalanya belum berjalannya program ini,yakni kurang sosialisasi ke petani perkebunan dan masih minimnya SDM," ungkapnya Rabu (22/02)
Padahal kata dia potensi perkebunan sawit cukup besar. Saat ini populasi sapi di Sumsel mencapai 770.000 ekor dengan jumlah peternak 480.000 ekor.
Namun, jika program integritas sapi berjalan optimal tentunya populasi yang ada di Sumsel dapat berjalan baik.
Terlebih lanjutnya jika ada dukungan dari perusahaan BUMN dan perusahaan perusahaan perkebunan swasta.
Dalam program swasembada daging, pemerintah menganggarkan Rp2,4 triliun. Dana ini akan dialokasikan a.l. untuk insentif penyelamatan sapi betina yang terpotong di rumah pemotongan hewan.
Alokasi dana juga akan dicadangkan untuk impor sapi perah dan pengadaan indukan di daerah jarang ternak dan pengadaan pejantan untuk kawin alam.
Insentif sapi bunting
Di tempat yang sama, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI Abubakar mengatakan tahun ini ada delapan bentuk kegiatan yang menjadi prioritas.
Kegiatan itu a.l. penambahan indukan, intensifikasi teknologi kawin alam, perkawinan pejantan unggul sehingga tidak terjadi penurunan kualitas genetik.
“Insentif itu di antaranya, setiap satu sapi bunting dengan usia kehamilan 5 bulan, akan diberikan Rp500.000-Rp800.000," katanya.
Namun, pemberian insentif itu dipilih melalui kelompok tani di daerah padat ternak seperti Pulau Jawa, padang pengembalaan di Papua, dan daerah khusus klaster sawit di Riau dan Sumatera Selatan.
Saat ini, populasi sapi potong sudah 14,7 juta, melebihi proyeksi sapi potong 2014 sebesar 14,2 juta. Namun, keberadaan sapi ini menyebar alias tidak terdistribusi merata.
Sejalan dengan program swasembada itu, pemerintah akan menekan jumlah impor sapi potong, yang saat ini didatangkan terutama dari Australia.
“Pelan-pelan kita akan tekan impor pada 2014 di bawah 8,7%. Sekarang kita targetkan impor 17,5% dari kebutuhan 2013 yaitu 13%,” katanya. (K49/Bsi)

Showing 0 - 0 of 0 comments