JAKARTA: PT Bank Bukopin Tbk akan menawarkan kisaran imbal hasi untuk obligasi subordinasi bertenor 7 senilai Rp1 triliun pada level 9,25% hingga 10,25%.
Sumber Bisnis mengatakan penetapan kisaran imbal hasil ini dengan mempertimbangkan situasi pasar keuangan yang terus membaik.
"Tingkat imbal hasil obligasi subordinasi memang lebih tinggi dibandingkan dengan obligasi senior karena memiliki struktur klaim yang lebih rendah dibandingkan dengan kewajiban deposito dan kewajiban lain yang dimiliki oleh entitas perbankan," ujarnya kepada Bisnis malam ini, 7 Februari 2012.
Bisnis meminta konfirmasi kepada Direktur Keuangan dan Perencanaan Bukopin Tri Joko Prihanto namun yang bersangkutan tidak membalas pesan singkat yang dikirimkan.
Bukopin berencana menerbitkan obligasi berkelanjutan senilai Rp3 triliun yang terdiri dari obligasi senior senilai Rp2 triliun dan surat utang subordinasi senilai Rp1 triliun. Rencananya obligasi subordinasi tersebut akan ditawarkan kepada investor pada 8 Februari hingga 12 Februari dan mulai berlaku efektif pada 2 Maret 2012.
Tiga perusahaan sekuritas yang telah ditunjuk menjadi penjamin pelaksana emisi (underwriter) adalah PT CIMB Securities, PT Indo. Premier Securities, dan PT Mandiri Sekuritas. Selain itu, PT Bank Mandiri Tbk akan bertindak sebagai wali amanat.
Entitas bisnis perbankan biasa menerbitkan obligasi subordinasi dengan tenor di atas 5 tahun supaya surat utang tersebut tidak segera diamortisasi.
Berdasarkan aturan Bank Indonesia, obligasi subordinasi dengan tenor di bawah 5 tahun harus segera diamortisasi.
Melalui penerbitan obligasi subordinasi senilai Rp1 triliun, Bukopin akan menaikkan rasio kecukupan modal yang pada akhir Desember tahun lalu sebesar 13% menjadi di atas 15%.
Berdasarkan aturan Bank Indonesia, sebanyak 50% dari hasil penerbitan obligasi subordinasi bisa dimasukkan dalam tier II permodalan entitas perbankan. (faa)
Showing 0 - 0 of 0 comments