Bisnis Indonesia - Bisnis.com


SURAT UTANG: Bukopin naikkan emisi obligasi jadi Rp1,5 triliun

Large_bukopin_syariah-an

Berita Terkait

JAKARTA: PT Bank Bukopin Tbk menaikkan jumlah surat utang subordinasi yang diterbitkan perseroan dari semula Rp1 triliun menjadi Rp1,5 triliun.

Langkah ini ditempuh menyusul permintaan investor untuk membeli  obligasi subordinasi Bank Bukopin sampai dengan penutupan masa pengumpulan minat (book building) yang berlangsung kemarin  telah mencapai Rp4,7 triliun dari Rp1 triliun yang ditawarkan oleh perseroan.

Sumber Bisnis mengungkapkan mengacu kepada permintaan yang masuk tersebut, Bank Bukopin dan penjamin pelaksana emisi akan menetapkan kisaran tingkat imbal hasil sebesar 9,25%.

"Tingkat imbal hasil berada di level 9,25% yang merupakan level terendah dari kisaran 9,25% hingga 10,25% yang ditawarkan," ujarnya kepada Bisnis, hari ini, 22 Februari, 2012.

Mengacu pada jumlah obligasi subordinasi yang diterbitkan tersebut, Bank Bukopin meraih tambahan modal untuk tier II sebesar Rp750 miliar. Berdasarkan aturan Bank Indonesia, sebanyak 50% dari hasil penerbitan obligasi subordinasi bisa dimasukkan dalam tier II permodalan entitas perbankan.

Bank Bukopin menawarkan kisaran imbal hasil untuk obligasi subordinasi bertenor 7 senilai Rp1 triliun pada level 9,25% hingga 10,25%.  Penetapan kisaran imbal hasil ini dengan mempertimbangkan situasi pasar keuangan yang terus membaik.

"Tingkat imbal hasil obligasi subordinasi memang lebih tinggi dibandingkan dengan obligasi senior karena memiliki sruktur klaim yang lebih rendah dibandingkan dengan kewajiban deposito dan kewajiban lain yang dimiliki oleh entitas perbankan. Hal ini tercermin dalam pemeringkatan obligasi subordinasi yang selalu lebih rendah 1 notch dibandingkan dengan surat utang senior."

Bisnis meminta konfirmasi kepada Direktur Keuangan dan Perencanaan Bukopin Tri Joko Prihanto namun yang bersangkutan tidak membalas pesan singkat yang dikirimkan. Bukopin berencana menerbitkan obligasi berkelanjutan senilai Rp3 triliun yang  terdiri dari obligasi senior dan surat utang subordinasi.

Rencananya obligasi subordinasi tersebut akan berlaku efektif pada 2 Maret 2012. Tiga perusahaan sekuritas yang telah ditunjuk menjadi penjamin pelaksana emisi (underwriter) adalah PT CIMB Securities, PT Indo. Premier Securities, dan PT Mandiri Sekuritas.

Selain itu, PT Bank Mandiri Tbk akan bertindak sebagai wali amanat dalam penerbitan obligasi subordinasi ini. Entitas bisnis perbankan biasa menerbitkan obligasi subordinasi dengan tenor di atas 5 tahun supaya surat utang tersebut tidak segera diamortisasi.

Berdasarkan aturan Bank Indonesia, obligasi subordinasi dengan tenor di bawah 5 tahun harus segera diamortisasi. Melalui penerbitan obligasi subordinasi,  Bank Bukopin akan menaikkan rasio kecukupan modal yang pada akhir Desember tahun lalu sebesar 13% menjadi di atas 15%. (faa)

Discuss: SURAT UTANG: Bukopin naikkan emisi obligasi jadi Rp1,5 triliun

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Other area