Bisnis Indonesia - Bisnis.com


SUKU BUNGA: BI pangkas BI Rate untuk stimulus ekonomi

Large_06-rmt-bisnis-14bi4

Berita Terkait

JAKARTA: Penurunan suku bunga dasar acuan sebesar 25 basis poin dari 6% menjadi 5,75% merupakan salah satu upaya Bank Indonesia untuk memberikan stimulus bagi pertumbuhan ekonomi dan normalisasi suku bunga.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) bidang pengawasan Bank dan pengelolaan Moneter Halim Alamsyah mengungkapkan saat ini situasi likuiditas sektor perbankan terlalu berlebih sehingga diperlukan langkah untuk normalisasi.

"BI Rate 5,75% sebetulnya sudah dekat dengan suku bunga jangka panjang yang tercermin dari yield obligasi pemerintah 20 tahun. Artinya kita berhadapan dengan suatu situasi likuiditas sektor perbankan terlalu berlebih," ujarnya, hari ini, Kamis, 9 Pebruari 2012.

Menurutnya penurunan suku bunga dasar acuan juga merupakan upaya untuk memberikan stimulus guna menjaga momentum pertumbuhan perekonomian yang baru saja memperoleh peringkat investasi.

Alasan lain, lanjut Halim, penurunan moneter merupakan bagian dari kerangka kebijakan moneter yang bertujuan pada normalisasi suku bunga.

Dia mencontohkan saat ini suku bunga sertifikat Bank Indonesia (SBI) 9 bulan telah berada di bawah level 4%, padahal BI Rate masih berada di lebel 5,75%. Sehingga ada jarak ruang yang cukup besar antara keduanya.

Dalam 6 bulan terakhir bank sentral telah menurunkan suku bunga acuan sebanyak 3 kali. Pertama pada Oktober 2011 menjadi 6,5% dari 6,75% pada September tahun lalu. Pada November 2011, suku bunga acuan kembali turun menjadi 6%, disusul hari ini menjadi 5,75% yang merupakan angka terendah sepanjang sejarah suku bunga acuan di Indonesia. (faa)

Discuss: SUKU BUNGA: BI pangkas BI Rate untuk stimulus ekonomi

Showing 1 - 2 of 2 comments

  • 9c3838270f79c5bc3163a962a3c952cf.png?s=37&d=http%3a%2f%2fwww.bisnis.com%2fimages%2fimg-comment-avatar

    Bright future

    Jum'at, 10 Februari 2012 | 05:18 WIB

    Ini langkah tepat dari Bank Indonesia. Berani keluar dari kotak kebijakan moneter konvensional. Bravo! rejim suku bunga rendah yang masuk akal akan berlangsung di Indonesia, yang akan mendorong lalulintas uang ke ekonomi riil, bukan sekadar nongkrong sebagai simpanan dengan bunga tinggi di bank. Lanjutkan kebijakan Anda Pak Darmin! Jangan surut ditakut-takuti....

  • 0ae7f880277821cf58c27b65a2c669a2.png?s=37&d=http%3a%2f%2fwww.bisnis.com%2fimages%2fimg-comment-avatar

    Default

    Kamis, 09 Februari 2012 | 20:39 WIB

    Instrumen jangka panjang tidak mungkin dikontrol BI dengan variable suku bunga jangka pendek. Jika BI memaksa instrumen jangka panjang menjadi instrumen jangka pendek untuk mencari untung sesaat BI akan menanggung tingkat resiko jangka panjang dalam jangka pendek disaat kondisi mikro dibawah kemampuan kapasitas minimal demi menghindari kegagalan produksi saat permintaan masih tinggi seperti yang terjadi di sektor energi. Indonesia akan Collapse saat stimulus ekonomi menuai default !!

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi

Most Read


Other area