Bisnis Indonesia - Bisnis.com


SUAP WISMA ATLET: Andi bantah penentu Duta Graha

Large_img_7523

Berita Terkait

JAKARTA: Menpora Andi Mallarangeng membantah jika dia disebut pihak yang menentukan PT Duta Graha Indah sebagai pemenang tender pembangunan Wisma Atlet Sea Games

Pada kesaksiannya hari ini, 22 Februari 2012, Andi menyatakan yang menentukan pemenangan PT DGI adalah Komite Pembangunan Sea Games.               

"Saya tidak tahu [yang menentukan pemenangnya]. Tapi setahu saya yang menentukan pemenangnya adalah Komite," ujarnya di Tipikor.                                           

Andi mengatakan pada pembangunan Wisma Atlet ini, dia hanya menandatangani penggunaan surat pengguna kuasa anggaran kepada Sesmenpora Wafid Muharam.

Dia tidak mengetahui secara teknis selanjutnya soal urusan tender dan pemenangan PT DGI tersebut.          

Sebelumnya, Ketua Komite Pembangunan Wisma Atlet Rizal Abdullah mengakui telah menerima fee Rp400 juta dari PT Duta Graha Indah. Kepala Dinas PU Sumsel ini mengakui jika pemberian uang secara tunai itu diberikan secara bertahap.

"Buat saya sendiri ada Rp400 juta," ungkap Rizal saat bersaksi untuk Manajer Pemasaran PT Duta Graha Indah Tbk Mohammad El Idris di Pengadilan Tipikor, Jakarta, pada Jumat (12/8).

Rizal menjelaskan pertama kali dirinya menerima Rp250 juta secara tunai. Selanjutnya, dirinya menerima tiket perjalanan ke Singapura dan Australia, yang olehnya dinilai seharga Rp50 juta saat mengembalikannya ke KPK, dan terakhir dirinya menerima Rp100 juta tunai pada akhir 2010.

Uang tersebut sebagai komitmen fee pembangunan Wisma Atlet Sea Games atas keikutsertaan PT Duta Graha Indah (DGI) pada proyek tersebut.

Menurut Rizal, permintaan untuk keikutsertaan PT DGI juga sebelumnya sempat disampaikan oleh Sesmenpora Wafid Muharam sebagai tersangka kasus suap pembangunan wisma tersebut. "Mohon nanti dibantu PT DGI dalam pembangunan wisma atlet," imbuh Rizal mengisahkan permintaan Wafid. (17/tw)
 

Discuss: SUAP WISMA ATLET: Andi bantah penentu Duta Graha

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Other area