Bisnis Indonesia - Bisnis.com


SELAMATKAN TELKOMSEL, DPR Desak Layanan Konten dibuka lagi

Large_telkomsel-rmt_dc

Berita Terkait

JAKARTA: Komisi VI DPR mendesak Kementerian BUMN berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk segera menghidupkan kembali layanan konten pada kuartal I 2012.

Dengan catatan, disertai sistem pengawasan ketat dan tanpa mengabaikan proses hukum yang tengah berlangsung. Desakan ini merupakan salah satu simpulan dari rapat dengar pendapat antara Kementerian BUMN, Telkom Group, dan Komisi VI DPR di gedung DPR tadi malam.
 
Anggota Komisi VI DPR Hari Kartana mengatakan pemerintah seharusnya memprioritaskan Telkomsel karena dia perusahaan pelat merah, bagian dari BUMN Telkom Group. Apalagi, pendapatan Telkomsel saat ini turun drastis setelah Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) minta operator melakukan uregistrasi layanan SMS premium. 
 
“Kita harus minta menteri-menteri untuk memprioritaskan Telkom dan Telkomsel. Pendapatan Telkomsel merosot, ini harus diperhatikan,” katanya.
 
Di depan Komisi VI, Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno memaparkan pendapatan perusahaan dari bisnis layanan konten turun 90% per November 2011 dibandingkan November 2010 sejak sepuluh operator diminta melakukan unregistrasi layanan SMS premium dan berhenti menawarkan SMS broadcast. Tidak hanya penghasilan Telkomsel yang menyurut, industri content provider pun terancam gulung tikar dan bisa berdampak ke banyak orang.
 
Catatannya, saat ini industri content provider mempekerjakan 8.000 tenaga kerja dan 72 industri musik membawahi 3.600 pekerja. Kondisi industri ring back tone (RBT) sendiri mati suri.
 
“Karena surat BRTI itu, pendapatan kami tinggal 10%. Kami berharap Komisi VI mendesak berbagai pihak dan Komisi I menyelesaikan masalah ini. Di kuartal I tahun ini atau Maret kami harap bisa selesai dan bisa bangkitkan lagi industri ini,” ujar Sarwoto.
 
Sebelum rapat meruncing ke arah pengambilan putusan, Wakil Ketua Komisi VI DPR Aria Bima mempertanyakan jaminan dari Telkomsel agar tidak terjadi lagi kasus pencurian pulsa bila DPR setuju mendesak Kementerian BUMN berkoordinasi dengan Kemkominfo. 
Menurutnya, jaminan ini penting apalagi kasus pencurian pulsa tengah diselidiki Bareskrim Mabes Polri.
 
“Apa dijamin tidak ada curi-curi pulsa lagi? Ini kasus yang sampai diperiksa dua lembaga, DPR dari Komisi I dan kepolisian. Kami tidak ingin menyalahi aturan,” ucap Aria.
 
Sarwoto menjawab Telkomsel, juga operator telekomunikasi lain, siap menjalankan kembali bisnis layanan konten. Satu hal yang masih dinanti operator yakni keluarnya revisi Peraturan Menteri No.1/Per/M.Kominfo/01/2009 tentang Penyelenggaraan Jasa Pesan Premium dan Pengiriman Jasa Pesan Singkat ke Banyak Tujuan.(sut)
 
“Kami masih tunggu aturan itu, juga hasil koordinasi antarkementerian. Saya berharap Maret industri content provider sudah bisa hidup lagi,” katanya. (sut)

Discuss: SELAMATKAN TELKOMSEL, DPR Desak Layanan Konten dibuka lagi

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Other area