Bisnis Indonesia - Bisnis.com


SAMSUNG LIFE incar aset bank Eropa & AS

Large_euro-bloomberg_dc__1_

Berita Terkait

 

SEOUL: Samsung Life Insurance Co, perusahaan asuransi terbesar di Korea Selatan, menimbang untuk berinvestasi pada aset yang dijual oleh bank-bank di Eropa dan Amerika Serikat.
 
Kepala Investasi Samsung Life Koo Sung Hoon mengatakan perseroan kembali berinvestasi di luar negeri sejak semester kedua tahun lalu, setelah investasi tergerus akibat krisis keuangan global pada 2008.
            
Saat ini, Samsung Life memiliki aset sebesar 153,9 triliun won atau setara dengan US$138 miliar. Perseroan akan menyisihkan dana investasi sekitar US$100 juta – US$200 juta untuk portofolio properti, ekuitas, dan surat utang dalam 2 tahun ini.
            
“Penerapan manajemen aset yang konservatif membuat perseroan memiliki kecukupan modal. Kami pun sedang mencari portofolio investasi yang murah,” katanya seperti dikutip Bloomberg, hari ini.
            
Penurunan yield obligasi pada tahun lalu menyebabkan investor asing memasuki pasar utang Korea Selatan yang dinilai lebih aman. Hal ini memberikan peluang bagi perusahaan lokal mencari pendanaan dari luar negeri (offshore).
            
Namun, lanjut Koo, Samsung Life tidak akan berekspansi secara agresif pada tahun ini karena dia memperkirakan krisis keuangan di Eropa masih berlangsung sepanjang tahun.
            
Samsung Life merupakan anak usaha Samsung Grup yang diakuisisi pada 1963. Perseroan yang dipimpin oleh Park Keun-hee ini fokus menjalankan bisnis asuransi jiwa, kesehatan, dan dana pensiun. Per Maret 2011, total nasabah mencapai 18,3 juta orang. (sut)

Discuss: SAMSUNG LIFE incar aset bank Eropa & AS

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi

Most Read

Small_px002_627c_9

Chevron kena denda Rp165,24 triliun karena cemari Amazon

JAKARTA: Pengadilan banding Ekuador menguatkan putusan bahwa Chevron Corp harus membayar US$18 miliar (sekitar Rp165,24 trliun) atas tuduhan mencemari hutan Amazon dan merusak kesehatan masyarakat.   Hakim memerintahkan Chevron untuk membayar US$8,6 miliar  akibat kerusakan lingkungan Februari 2011, tapi jumlahnya lebih dari dua kali lipat menjadi sekitar US$18 miliar karena Chevron tidak membuat permintaan maaf publik seperti yang dipersyaratkan oleh putusan awal.


Other area