Bisnis Indonesia - Bisnis.com


RUMAH MURAH: Djan Faridz lanjutkan program 1.000 tower rusunami

Large_210711_solo_rusunawa

Berita Terkait

JAKARTA: Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) tetap optimis program pembangunan 1.000 tower rumah susun sederhana milik (rusunami) tetap berjalan.
 
Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz mengatakan tetapi Kemenpera berharap pemerintah daerah memberikan kemudahan dalam hal perijinan sehingga pembangunan hunian vertikal tersebut dapat terlaksana dengan baik.

Menurutnya, rusunami merupakan salah satu pembangunan hunian yang cukup tepat untuk dibangun di daerah kota-kota besar di Indonesia.

“Program 1.000 tower rusunami tetap berjalan,” kata Faridz seperti dikutip dalam siaran pers yang diterima Bisnis, hari ini 17 Februari 2012.

Dia menuturkan program 1.000 tower tersebut harus dilaksanakan dengan baik sehingga  pemerintah dapat membantu masyarakat menengah ke bawah untuk dapat memiliki rumah yang layak huni di daerah perkotaan.

Selain itu, lanjutnya, rusunami dapat menjadi solusi untuk mengurangi mobilitas penduduk yang berpergian dari tempat tinggal menuju tempat kerjanya.
 
Saat ini, Faridz menuturkan mobilitas penduduk di kota-kota besar seperti di DKI Jakarta memang  cukup tinggi. Apabila di siang hari jumlah penduduk di DKI Jakarta bisa mencapai angka 9 juta lebih, sedangkan malam hari saat orang-orang kembali dari tempat kerjanya di Jakarta menuju rumahnya di daerah-daerah pinggiran maka jumlahnya akan berkurang menjadi sekitar 6 juta.

“Kalau masyarakat bisa tinggal di rusunami tentunya mobilitas dari rumah ke tempat kerja akan berkurang,” imbuhnya.  

Faridz mengungkapkan pembangunan rusunami di kawasan perkotaan biasanya memang terkendala masalah lahan yang harganya mahal sehingga Kemenpera saat ini berupaya menggandeng Kementerian BUMN untuk dapat menggunakan tanah-tanah
milik kementerian tersebut yang berada di daerah perkotaan untuk dibangun Rusunami.

Terkait  target rusunami yang salah sasaran, Faridz mengaku hal tersebut tidak benar karena masyarakat yang ingin memiliki rusunami dengan cara kredit akan diverifikasi terlebih dahulu oleh pihak bank.

Dia menambahkan Kemenpera saat ini sedang mengkaji kenaikan harga rusunami. Disamping itu, ujarnya, Kemenpera juga akan melakukan sejumlah perubahan peraturan terkait jual beli hunian vertikal tersebut.

“Masyarakat yang membeli rusunami dengan memanfaatkan subsidi pemerintah ke depan tidak boleh memperjualbelikan atau memindah tangankan. Jadi yang tinggal di rusunami tersebut benar-benar mereka yang membutuhkan rumah,” paparnya. (faa)

Discuss: RUMAH MURAH: Djan Faridz lanjutkan program 1.000 tower rusunami

Showing 1 - 1 of 1 comments

  • 3dcf1225628c6f613f58433789843373.png?s=37&d=http%3a%2f%2fwww.bisnis.com%2fimages%2fimg-comment-avatar

    Iman Raharjo

    Jum'at, 17 Februari 2012 | 18:29 WIB

    Rumah murah memang dibutuhkan masyarakat saat ini. Semangat, Pak!

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Other area