Bisnis Indonesia - Bisnis.com


RAS MUHAMMAD 'kencan' dengan Indra Lesmana di Jogja

Large_grand-pacific-yk

Berita Terkait

 

JAKARTA: Kota Pelajar Yogyakarta yang kental dengan nuansa seni budaya dipilih menjadi tempat perkawinan duta reggae Indonesia Ras Muhammad dengan musisi jazz ternama Indra Lesmana. 
 
Kolaborasi keduanya akan ditampilkan pada gelaran bertajuk “Spectacular Collaboration Indonesia Hits Song" yang akan di gelar di Grand Pacific Hall Yogyakarta pada Sabtu (4/2). 
 
''Konser ini akan menjadi hal yang istimewa,'' kata promotor pertunjukkan dari Rajawali Indonesia Communication, Anas Syahrul Alimi  tadi malam. 
 
Anas juga menyatakan, gelaran ini tidak hanya sekedar menyuguhkan kolaborasi dua genre musik saja. Namun untuk konser yang dijadwalkan berlangsung hingga tiga jam itu akan menampilkan sederet nama musisi beken ibukota. 
 
Anas menyebutkan, musisi yang akan meramaikan panggung ada Indra Lesmana, Tompi dan Glenn Fredly. Para penampil itu nantinya akan melantunkan sejumlah lagu hits Indonesia dalam balutan konser yang eksklusif. 
 
''Untuk persiapan konser ini, Indra Lesmana kami percaya sebagai arranger sekaligus music director-nya. Kami ingin keterlibatan secara total dari Indra Lesmana ini akan membuat konser nanti bisa benar-benar memuaskan penonton,'' ujar Anas. 
 
Sementara itu Indra Lesmana mengaku sangat tertantang dengan gelaran yang akan dilakoninya di Yogyakarta ini. ''Ini satu hal yang menarik buat saya. Semoga pertunjukkan nanti bisa membuat puas semua penonton yang datang,'' katanya. 
 
Anas menjelaskan, konser ini dijadwalkan dimulai dari pukul 19.00 WIB. Sejauh ini, kata dia, minat penonton sudah cukup tinggi. ''Hingga saat ini sudah 90% tiket yang terjual dari kuota yang disediakan.''  (sut)

Discuss: RAS MUHAMMAD 'kencan' dengan Indra Lesmana di Jogja

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Other area