JAKARTA: PT Jakarta Setiabudi International Tbk mengincar nilai prapenjualan untuk proyek properti baru perseroan, Setiabudi Sky Garden senilai Rp500 miliar pada tahun ini.
General Manager Marketing Jakarta Setiabudi Irza Ifdial mengatakan nilai prapenjualan dari proyek tersebut dapat berkontribusi sekitar 70% terhadap total nilai prapenjualan (marketing sales) perseroan tahun ini.
“Selain dari proyek SSG [Setiabudi Sky Garden], sisa nilai prapenjualan marketing kami berasal dari Hyarta Residence di Yogyakarta,” ujarnya di Jakarta hari ini.
Menurut Irza, nilai prapenjualan proyek SSG sebesar Rp500 miliar setara dengan penjualan sekitar 100 unit apartemen. Dia mengatakan dari nilai tersebut, yang dapat dibukukan sebagai pendapatan tahun ini adalah sekitar 15% atau Rp75 miliar.
Pembangunan SSG dimulai pada tahun ini dan diperkirakan tuntas pada 2014. Apartemen yang terdiri dari dua menara tersebut berisikan 586 unit dengan harga jual rata-rata Rp2 miliar-Rp4,5 miliar.
“Nilai investasi proyek ini mencapai sekitar Rp1 triliun. Kami bekerjasama dengan tiga mitra bisnis internasional, yakni Tokyu Land Corporation, Shimizu Corporation, dan Frasers Horpitality,” terang Irza.
Untuk mendukung ekspansi bisnis tahun ini, Jakarta Setiabudi telah mengalokasikan dana belanja modal (capital expenditure/ capex) senilai Rp2 triliun dan sebagian besar akan dikucurkan untuk proyek SSG.
Selain itu, capex juga akan digunakan untuk membangun proyek budget hotel di sejumlah kota, diantaranya Semarang, Yogyakarta, dan Jakarta. Nilai investasi proyek tersebut diperkirakan sebesar Rp70,1 miliar.
Sumber pendanaan untuk capex tahun depan akan diperoleh dari kas internal perseroan, pinjaman perbankan, dan hasil penjualan marketing. Namun, perseroan belum menentukan komposisi masing-masing dari sumber dana tersebut.
Direktur Keuangan Jakarta Setiabudi Lim Merry pernah mengatakan saat ini perseroan masih memiliki fasilitas pinjaman dari Bank OCBC NISP senilai US$50 juta yang akan jatuh tempo pada 2012. Dari fasilitas pinjaman itu, tuturnya perseroan telah mencairkan sekitar 50% atau setara US$25 juta.
Selain mengembangkan proyek baru, Jakarta Setiabudi juga berencana untuk mengakuisisi lahan guna menambah cadangan lahan (land bank) perseroan pada 2012. Saat ini perseroan tengah melirik sejumlah lokasi strategis, yakni Yogyakarta, Semarang, dan Medan.
Perseroan juga tengah mengincar akuisisi lahan di daerah pinggiran yang memiliki prospek pertumbuhan penduduk yang signifikan.
Jakarta Setiabudi membukukan membukukan pendapatan selama periode sembilan bulan pertama tahun ini sebesar Rp739,1 miliar atau tumbuh 3% dibandingkan perolehan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp716,6miliar.
Adapun, laba bersih perseroan juga naik 21% menjadi Rp106,3 miliar dari semula Rp87,8 miliar.
“Untuk tahun depan, kami targetkan pendapatan dapat tumbuh 15% dibandingkan pencapaian tahun ini,” ujar Merry. (faa)

Showing 1 - 1 of 1 comments