JAKARTA: Pemerintah mengajukan pinjaman Rp250 miliar kepada Japan International Cooperation Agency untuk membangun waduk Jabung, Provinsi Lampung.
Pinjaman akan diajukan oleh Ditjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum. "Usulan pinjaman itu karena tingkat kebutuhan investasi proyek sangat besar, sedangkan anggaran dari APBN masih terbatas," kata Direktur Irigasi Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PU Imam Agus Nugroho di Jakarta, hari ini.
Kini, usulan itu sedang dikaji bersamaan dengan penyusunan studi kelayakan desain. Diharapkan dapat segera diajukan karena target penyelesaian 2014.
Menurut Imam, besarnya biaya investasi proyek karena kondisi struktur tanah sulit dibangun, a.l karena tanah lembek, dan lokasi proyek melewati daerah rawa.
Faktor lainnya karena jaringan irigasi rentan terhadap penurunan konstruksi akibat fondasi tanah lunak, dan bendung karet sudah tidak berfungsi lagi.
Dari perhitunga, dia menjelaskan, dibandingkan dengan biaya investasi proyek irigasi lainnya investasi di Jabung diperkirakan sekitar tiga kali lipat lebih besar. Misalnya , jika di irigasi lain hanya membutuhkan anggaran Rp4 juta-Rp5 juta per hektare, di Jabung mencapai diatas Rp10 juta per hektare.
Imam menjelaskan progres pembangunan bendung Jabung saat ini, dari rencana pembangunan saluran suplesi sepanjang 11,8 kilometer, sudah dibebaskan tanah sepanjang 9,8 kilometer sepanjang 2006, sedangkan untuk pembangunan saluran sekunder sepanjang 10 kilometer belum dibebaskan. Kegiatan proyek lainnya berupa pemindahan sekitar 500 makam.
Kebutuhan investasi yang cukup besar diperkirakan juga akan dibutuhkan untuk pembangunan bendungan Way Kandis, Lampung. "Namun, masih dikaji karena masih dalam studi kelayakan," tuturnya.
Kegiatan yang akan dibangun yakni pembangunan prasarana kantor, rumah jaga, dan saluran primer sepanjang lima kilometer. Namun, untuk saluran primer sisanya dan saluran sekundernya belum bisa dibangun karena belum dibebaskan. Karena itu, perlu dilakukan usaha-usaha agar bendung dan jaringan irigasi sebagai prasarana penunjang produksi dapat berfungsi dengan baik.
"Rencana tindak lanjut juga diusulkan pembangunan kembali bendung dan jaringan irigasi Way Kandis II dengan daerah layanan seluas 2.290 hektar," tambahnya.(msb)

Showing 0 - 0 of 0 comments