Bisnis Indonesia - Bisnis.com


PIALA AFRIKA: Keita pimpin Mali hajar Gabon 5-4

Large_seydou-keita_1384130c

Berita Terkait

JAKARTA: Seydou Keita memimpin Timnas Mali yang dihuni banyak pemain muda, enam bulan setelah dirinya kembali masuk timnas, setelah beristirahat selama 20 bulan dari pertandingan internasional.

Gelandang Barcelona itu dipanggul oleh rekan-rekan setimnya, setelah dirinya mencetak penalti menentukan dalam adu penalti melawan Gabon, di perempat final Piala Afrika pada Minggu lalu.

Hal ini kelihatannya menjadi skenario mustahil pada setahun silam, ketika ia menolak bermain di timnas, sebagai bentuk protes atas buruknya organisasi pada federasi sepak bola negaranya.

"Tidak mudah untuk mencetak gol dalam penalti itu, namun kemenangan ini sebagus yang saya dapatkan di Barcelona," kata Keita, yang menjadi pusat perhatian pada jumpa pers, sedangkan pelatih Alain Giresse dan kapten Cedric Kante mendengarkan dengan penuh perhatian.

"Saya adalah salah satu pemain tertua di tim ini, namun saya merasa lebih muda dari pada siapapun di tim ini sekarang." Keita mengabaikan panggilan negaranya setelah Piala Afrika 2010 di Angola, di mana sangat banyak harapan bagi Mali, sebelum mereka tersingkir di putaran pertama.

Setelah dibujuk kembali pada September tahun lalu, ia ikut bermain pada dua pertandingan kualifikasi untuk memastikan Mali berpartisipasi di turnamen yang dihelat di Equatorial Guinea dan Gabon, dan saat ini menjadi jantung tim yang banyak berubah di bawah asuhan Giresse.

'Sesuatu yang istimewa' Dengan bendera Mali yang tersampir di bahunya, Keita mempertahankan keputusannya untuk menolak memperkuat timnas dan berbicara mengenai loyalitasnya.

"Tidak normal untuk tidak bermain bagi negara sendiri, namun saya memiliki tujuan dan alasan," ucapnya seperti dikutip dari Antara.

"Beberapa pemain lain juga melakukannya," imbuhnya, sambil memberi contoh mantan pemain Liverpool, Momo Sissoko, yang mengakhiri karir internasionalnya dengan alasan serupa.

Keita sempat menangis memohon perdamaian untuk negaranya, di mana pemberontakan Tuareg di Utara negara tersebut telah menyebabkan 10.000 orang kehilangan tempat tinggal, sebelum kemudian perasaannya membaik untuk berbicara mengenai kejadian-kejadian di lapangan.

Ia menjadi eksekutor terakhir Mali yang mengalahkan Gabon 5-4 pada adu penalti, menyusul hasil imbang 1-1 untuk mencapai semi final, di mana mereka akan menantang Pantai Gading di Libreville pada Rabu.

"Ini adalah sesuatu yang istimewa untukku, sebab saya sudah tidak muda lagi," kata Keita.

"Sulit untuk tetap bermain selama 120 menit, namun saya benar-benar bahagia. Kami merupakan tim yang sedang direkonstruksi, dan terdapat banyak pemain baru yang bersaing untuk memperlihatkan potensinya."(api)

Discuss: PIALA AFRIKA: Keita pimpin Mali hajar Gabon 5-4

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Other area