Bisnis Indonesia - Bisnis.com


PEROMBAKAN BOK: Wajah baru bank sentral Korsel

Large_bokkk

Berita Terkait

SEOUL: Bank of Korea (BoK) mengumumkan pergantian anggota dewan gubernur sebagai bagian dari perubahan yang akan menampilkan mayoritas wajah baru pada April.

Park Won Shik akan bergabung menjadi Deputi Gubernur Senior pada 8 April atas persetujuan presiden, ungkap pernyataan Bank Sentral. Park menggantikan Lee Ju Yeol, yang sudah habis masa jabatannya.

Chief economist Kim Jun Il dan direktur jenderal Kang Juno, Kang Tae Soo serta Kim Jong Hwa akan menjadi deputi gubernur pada 20 April.

Perubahan jajaran dewan direksi bank sentral itu mungkin menjadikan lebih sulit bagi ekonom dan investor untuk mengambil langkah berikutnya.

"Perubahan dewan itu menambah ketidakpastian bagi pelaku pasar," ujar Kim Nam Hyun, analis fixed-income pada Eugene Investment & Futures.

Gubernur BoK Kim Choong Soo
mengatakan meski situasi ekonomi sulit, trennya akan berubah untuk jangka panjang. "Kami akan tetap mewaspadai kenaikan harga dan ekspektasi inflasi."

BoK mempertahankan tingkat suku bunga untuk bulan ke delapan secara berturut-turut di tengah inflasi yang menjadi ancaman bagi perekonomian terbesar keempat di Asia itu. (Bloomberg/tw)
 

Discuss: PEROMBAKAN BOK: Wajah baru bank sentral Korsel

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi

Most Read

Small_px002_627c_9

Chevron kena denda Rp165,24 triliun karena cemari Amazon

JAKARTA: Pengadilan banding Ekuador menguatkan putusan bahwa Chevron Corp harus membayar US$18 miliar (sekitar Rp165,24 trliun) atas tuduhan mencemari hutan Amazon dan merusak kesehatan masyarakat.   Hakim memerintahkan Chevron untuk membayar US$8,6 miliar  akibat kerusakan lingkungan Februari 2011, tapi jumlahnya lebih dari dua kali lipat menjadi sekitar US$18 miliar karena Chevron tidak membuat permintaan maaf publik seperti yang dipersyaratkan oleh putusan awal.


Other area