Bisnis Indonesia - Bisnis.com


PERAJIN ROTAN: Jatim cari pemasok bahan baku

Large_rotan

Berita Terkait

SURABAYA: Pemerintah Provinsi Jawa Timur sedang menjajaki kesepakatan dengan daerah penghasil rotan untuk suplai bahan baku tersebut ke industri kerajinan lokal.

Budi Setiawan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim, mengatakan dengan dilarangnya ekspor rotan mentah, sejumlah produsen komoditas itu sekarang mulai mencari pembeli dari dalam negeri.

“Maka dari itu, kami sedang menjajaki kesepakatan dengan beberapa daerah penghasil rotan supaya mereka menyuplai industri kerajinan di sini. Hal itu merupakan bagian dari upaya untuk menggairahkan lagi industri kerajinan tersebut di Jatim,” katanya saat ditemui wartawan, hari ini.

Beberapa daerah tersebut antara lain Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah dan Kalimantan Tengah. Atase perdagangan Jatim yang berada di area itu akan membantu proses kesepakatan ini.

Dia menambahkan, pihaknya sedang menginventarisir jumlah rotan di provinsi itu yang telah gulung tikar, untuk didorong supaya kembali berproduksi. Menurutnya, saat ini jumlah industri kerajinan rotan di Jatim kurang dari sepuluh, sedangkan di akhir tahun 90-an jumlah sekitar 90 unit.

Selain memfasilitasi suplai bahan baku, disperindag Jatim juga akan  mempelajari pasar ekspor untuk pemasaran hasil kerajinan rotan itu. Salah satu pasar yang dibidik adalah Jerman, dan wilayah pemasaran kerajinan rotan asal Cina.

“Saat ekspor rotan mentah dari Indonesia diberhentikan, kerajinan rotan Cina mengalami penurunan produksi. Dengan demikian, kita mempunyai peluang untuk merebut pasar ekspor mereka, tinggal dicari tahu dimana pasar tersebut,” tutur Budi.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim menunjukkan, ekspor perabot dan penerangan rumah, yang di dalamnya termasuk kerajinan rotan, provinsi itu tahun lalu mencapai US$542,57 naik tipis 0,98% dibandingkan dengan 2010. (arh)

Discuss: PERAJIN ROTAN: Jatim cari pemasok bahan baku

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Other area