JAKARTA: Pemerintah akan mendukung investasi pabrik penggilingan padi (rice milling unit/RMU) moderen dan terintegrasi, selama perusahaan itu membuat kemitraan dengan petani setempat, sehingga dapat menguntungkan bagi petani.
Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Kementerian Pertanian Zaenal Bachruddin mengatakan petani harus masuk ke dalam sistem supply chain pabrik penggilingan padi skala besar tersebut, sehingga perusahaan tidak menempatkan petani semata-mata hanya sebagai buruh, tetapi sebagai mitra.
"Kalau kami akan memberikan support kepada investor selama itu ada kemitraan. Petani bukan hanya sebagai "buruh", tetapi masuk ke dalam sistem yang juga dibutuhkan, bahkan menjadi faktor penentu bagi perusahaan," ujarnya kepada Bisnis hari ini.
Pemerintah, katanya, akan berupaya untuk mempertemukan investor dengan petani untuk melakukan kemitraan, sehingga petani akan mendapatkan keuntungan.
Zaenal menuturkan ke depan pemerintah akan memfasilitasi petani untuk melibatkan pihak ketiga sebagai penentu harga produk pertanian, sehingga harga yang ditetapkan akan adil.
Dia mencontohkan sistem e-pasar, pihak PT Sucofindo menjadi pihak ketiga yang akan menilai produk pertanian dan harga setiap komoditas.
Pihaknya, saat ini sedang melakukan revitalisasi penggilingan padi terutama untuk RMU skala kecil. "Kami juga akan mendorong setiap RMU berada di sentra-sentra produksi padi, sehingga tidak akan kekurangan bahan baku [gabah]."
Menurutnya, saat ini masih banyak penggilingan padi yang kesulitan mendapatkan gabah, terutama pada saat di luar musim panen, sehingga tidak dapat beroperasi.
Kementan, katanya, akan merevitalisasi 10% dari total RMU yang ada di Indonesia. "Kami membenahi penggilingan padi secara bertahap." (sut)
Showing 0 - 0 of 0 comments