SEMARANG: Jadwal penerbangan di Bandara Ahmad Yani relatif aman tidak mengalami kendala serta tepat waktu, dengan mencatat angka on time performance atau OTP rata-rata 80% sepanjang 2011.
Asisten Manager Pelayanan Bandara Ahmad Yani Semarang Purna Irawan mengatakan ketepatan waktu itu masih berlanjut hingga awal 2012, terbukti dari tidak adanya maskapai yang mengalami tunda terbang (delay) dalam waktu relatif lama.
“OTP 80% mencerminkan keterlambatan masih dalam batas toleransi, misalnya jadwal arrival pesawat harusnya pukul 10.00 WIB, tetapi baru tiba pukul 11.00 WIB. Keterlambatan tidak sampai berjam-jam,” ujarnya hari ini.
Menurutnya, penundaan terbang selama ini lebih disebabkan oleh ketidakseimbangan antara jumlah armada dengan rute penerbangan yang dimiliki maskapai.
Kondisi itu, lanjutnya, mengakibatkan, slot time penerbangan di sejumlah bandara menumpuk dan berimbas pada penundaan jadwal penerbangan di bandara yang lain.
“Jumlah armada sedikit, sementara rute penerbangannya cukup banyak, akan menimbulkan rentetan masalah. Take off dan landing harus antre. Kalau take off di Cengkareng (Bandara Soekarno-Hatta) telat, landing di bandara tujuan juga terlambat, sehingga berpengaruh pada jadwal penerbangan berikutnya,” tuturnya.
Purna menuturkan hingga kini belum ada satupun dari delapan maskapai penerbangan rute Semarang yang membayar kompensasi kepada penumpang atas tunda terbang (delay), sebagai konsekuensi penerapan Peraturan Menteri Perhubungan No 77/2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut sejak 1 Januari 2012.
Aturan itu, lanjutnya, mewajibkan maskapai yang delay minimal empat jam wajib memberikan ganti rugi Rp300.000 kepada setiap penumpang.
Adapun untuk bagasi yang hilang, maskapai harus memberikan ganti rugi Rp200.000 per kg dengan nilai maksimum Rp4 juta.(api)

Showing 0 - 0 of 0 comments