Bisnis Indonesia - Bisnis.com


Penderita cacat bisa nikmati dunia bawah laut

Large_bidp

Berita Terkait

JAKARTA: Aktivitas di bawah air atau laut dengan menyelam atau diving bukan cuma milik mereka yang berfisik sempurna. Penyandang cacat dan anak-anak dengan kebutuhan khusus (down syndrome) pun bisa menikmati dunia bawah laut.


Tentu saja, dibutuhkan alat khusus dan pendamping atau yang biasa disebut buddy dalam menyelam yang mengerti bagaimana pendampingan khusus untuk mereka. Tidak sekedar membantu, tetapi juga berperan sebagai penyelia kebutuhan khususnya.


Avandy Djunaidi, Direktur Bali International Diving Professional (BIDP), yang juga memegang lisensi handicap diver specialist dan tecnical diver, mengakui mereka dengan kebutuhan khusus mulai banyak yang menyenangi aktivitas di bawah laut.


"Dua tahun terakhir mulai banyak [penyandang cacat] yang mau menyelam. Kami dituntut memberikan asistensi yang dibutuhkan. Selebihnya, mereka sama saja dengan orang dengan fisik normal," ujarnya.


Penderita lumpuh yang harus memakai kursi roda misalnya, bisa seperti orang normal ketika di dalam air. "Di bawah kan seperti melayang, kita hanya bantu ketika masuk ke air. Selebihnya, asalkan dia bisa mengatur buoyancy dengan tangannya dan ekualisasi itu sudah cukup."


BIDP sendiri pernah bekerja sama dengan Yayasan Senang Hati, organisasi nirlaba yang beranggotakan orang-orang dengan kebutuhan khusus, untuk melakukan penyelaman pada tahun lalu.


Bulan depan, Avandy yang diakui oleh organisasi inetrnasional untuk penyelam penderita cacat (International Association of Handicapped Diver/IAHD), juga akan menggelar kegiatan serupa yang melibatkan para penyelam dengan kebutuhan khusus di Sanur, Bali. (arh)

 
 

Discuss: Penderita cacat bisa nikmati dunia bawah laut

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Other area