BALIKPAPAN: Pusat Informasi Pasar Modal (PIPM) Balikpapan menggencarkan sosialisasi pasar modal guna meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berinvestasi serta membantu perusahaan yang sedang memerlukan sumber pendanaan.
Kepala Kantor PIPM Balikpapan Dinda Ayu Amalliya mengatakan mindset sebagian besar masyarakat masih menjadikan investasi sebagai sesuatu yang dilakukan ketika mempunyai uang berlebih. “Padahal investasi itu bisa menambah jumlah penghasilan yang diterima,” ujarnya kepada Bisnis, hari ini.
Namun, masyarakat perlu untuk mendapatkan informasi yang lengkap terkait cara berinvestasi di pasar modal yang benar sehingga tidak terjebak dalam investasi semu. Dinda menuturkan perubahan cara pikir ini yang akan membantu untuk meningkatkan taraf ekonomi di masyarakat.
Saat ini, jumlah investor asal Kalimantan Timur (Kaltim) yang tercatat dalam Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebanyak 3.340 orang. Dia mengatakan Balikpapan masih menjadi kota yang mendominasi jumlah investor yakni sebanyak 1.222 orang.
Selain mendorong masyarakat untuk sadar berinvestasi, Dinda juga mengajak perusahaan yang berlokasi di Kaltim untuk mengerti tentang fungsi pasar modal sebagai alternatif mendapatkan sumber pembiayaan. Kendati tidak langsung masuk dalam pasar bursa, melalui pemahaman yang lengkap diharapkan akan ada alternatif pilihan lain ketika sumber pembiayaan yang sudah ada dirasa kurang efektif.
Pihaknya berencana untuk mengajak perusahaan yang memiliki unit usaha yang cukup mapan seperti Bank Kaltim untuk bisa memahami mengenai pasar bursa. Bahkan apabila perusahaan tersebut bisa go public akan lebih menarik lagi karena masyarakat bisa ikut andil dalam kepemilikan sahamnya.
“Tentu juga akan meningkatkan transparansi perusahaan dan tentunya peningkatan jumlah investor karena roda perusahaan diketahui oleh masyarakat,” tukasnya.
Pihaknya juga mengajak bagi industri skala menengah yang ingin masuk ke dalam pasar modal untuk membantu meningkatkan performa perusahaan. Apabila perusahaan tersebut layak dan memenuhi persyaratan yang ada, PIPM akan membantu proses go public tersebut.
Regulasi yang ada saat ini juga menjamin kepemilikan dana para investor yang bermain dalam pasar modal yang terkontrol melalui Kartu AKSes yang diberikan pada masing-masing investor. Dinda mengatakan melalui kartu ini, investor bisa mengetahui jumlah dana yang dititipkan pada rekening perusahaan sekuritas.
Kendati demikian, tambah Dinda, jumlah pemilik kartu AKSes di Kaltim yang melakukan login masih belum maksimal. Data yang diperoleh dari KSEI menyebutkan baru sebanyak 265 orang yang melakukan login dari 2.231 orang yang memiliki kartu tersebut. (arh)

Showing 1 - 2 of 2 comments