JAKARTA: State Development and Investment Corporation (SDIC), perusahaan asal China berniat melakukan investasi senilai Rp3,2 triliun di Kawasan Indonesia Timur, pada 2012 ini.
Deputi Perencanaan Investasi BKPM Tamba P. Hutapea mengungkapkan perusahaan investasi asal negeri Tirai Bambu tersebut akan membangun pabrik semen senilai Rp3,2 triliun di Manokwari, Papua Barat. Pembangunan pabrik berkapasitas 3 juta ton per tahun tersebut akan dilakukan dalam dua tahap.
“Pembangunan akan dilakukan dalam dua tahap, tahap pertama pembangunan akan menghasilkan produksi 1,5 juta ton semen per tahun,” ujar Tamba di Kantornya, Jakarta, Senin (20/02).
Dia menjelaskan SDIC memutuskan untuk melakukan groundbreaking tahun ini, didahului mengajukan permintaan izin lokasi dari pemerintah daerah terkait. “Kalau requirement dari pemerintah lancar, paling tidak semester II bisa jalan,” ucapnya.
Menurut dia, realisasi ini merupakan salah satu upaya pemerataan investasi di luar Jawa. Selain itu, dapat pula meningkatkan lapangan kerja bagi penduduk setempat. Dia mengungkapkan proyek investasi tersebut akan menyerap tenaga kerja hingga 1.100 orang
“Penyerapan tenaga kerjanya besar, mereka akan lakukan training juga bagi penduduk lokal untuk kemudian menyerapnya,” tutur Tamba.
Himawan Hariyoga, Deputi Promosi Penanaman Modal BKPM, menambahkan SDIC tidak hanya melakukan berinvestasi melalui pembangunan pabrik semen, tetapi juga akan membangun pembangkit listrik dan pelabuhan di kawasan yang sama.
“SDIC tidak hanya akan membangun pabrik semen, nantinya juga pembangkit listrik dan pelabuhan karena mereka membutuhkan akses, semua terintegrasi,” ujar Himawan.
Tamba kembali menjelaskan proyek pembangunan akan menggunakan lahan seluas 56 Hektar. 28 Hektare diantaranya digunakan untuk pembangunan pabrik semen, 12 Hektar untuk pembangkit listrik, dan sisanya 16 hektare untuk pelabuhan. (01/Bsi)

Showing 0 - 0 of 0 comments