Bisnis Indonesia - Bisnis.com


OUTLOOK ENERGI: Harga minyak tahun depan diprediksi sekitar US$100 per barel

Large_mrs_3826

Berita Terkait

JAKARTA: Pemerintah memperkirakan harga minyak dunia tahun depan masih cenderung tinggi dan akan berada di level US$100 per barel.

Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo mengatakan pemerintah akan terus memantau perkembangan harga minyak. Jika nanti terlalu jauh melampaui asumsi APBN, maka akan disesuaikan dalam APBN-P 2012.

“Jika nanti terlalu jauh dengan asumsi APBN, kita akan sesuaikan,” ujarnya, hari ini.

Saat ini asumsi harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) dalam APBN-P 2011 sebesar US$95 per barel dan dalam APBN 2012 sebesar US$90 per barel.

Sementara itu, Tim Harga Minyak Indonesia hari ini merilis harga rata-rata ICP selama November 2011 mencapai US$112,94 per barel, atau naik US$3,69 per barel dari posisi Oktober 2011 sebesar US$109,25 per barel. Sementara itu harga rata-rata ICP selama Januari-November 2011 sudah mencapai US$111 per barel.

Tim Harga Minyak Indonesia juga mencatat harga Minas/SLC selama November mencapai US$116,04 per barel, atau naik US$5,53 per barel dari US$110,51 per barel pada Oktober 2011.

Menurut Tim Harga Minyak Indonesia, peningkatan harga minyak mentah Indonesia itu sejalan dengan perkembangan harga minyak mentah utama di pasar internasional, yang diakibatkan oleh beberapa faktor diantaranya meningkatnya permintaan minyak akibat musim dingin yang datang lebih awal di belahan bumi utara.

EIA (Energy Information Agency) dalam laporan November 2011 memperkirakan konsumsi minyak mentah dunia tahun ini mengalami peningkatan sebesar 1,1 juta barel per hari akibat peningkatan konsumsi minyak China dan negara-negara berkembang lainnya.

Selain itu, suplai minyak mentah global yang menurun karena tidak optimalnya produksi non-OPEC serta kekhawatiran pelaku pasar akan turunnya pasokan dari kawasan Timur Tengah akibat isu nuklir Iran dan pergolakan politik di Mesir dan Syria.

Adapun perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama dunia pada November 2011 diantaranya yakni WTI (Nymex) naik US$10,75 per barel, dari US$86,43 per barel menjadi US$97,18 per barel.

Peningkatan ini disebabkan meningkatnya volume pengaliran minyak WTI dari Midwest AS ke kilang pengolahan di wilayah Teluk AS, yang sebelumnya sempat terhambat, sehingga terjadi penurunan pada stok minyak mentah komersial AS.

Selanjutnya, Brent (ICE) naik US$1,70 per barel, dari US$108,79 per barel menjadi US$110,49 per barel. Sementara itu Tapis (Platts) naik US$1,96 per barel, dari US$115,30 per barel menjadi US$117,26 per barel dan basket OPEC naik US$3,78 per barel, dari US$106,29 per barel menjadi US$110,07 per barel. (Bsi)

Discuss: OUTLOOK ENERGI: Harga minyak tahun depan diprediksi sekitar US$100 per barel

Showing 1 - 1 of 1 comments

  • Dfa2ba35581599eec2144ab5723872d6.png?s=37&d=http%3a%2f%2fwww.bisnis.com%2fimages%2fimg-comment-avatar

    Mandiri Energi

    Jum'at, 20 Januari 2012 | 19:43 WIB

    Bagaimana kalau harga minyak menjadi $200/br lalu turun menjadi $10/br menjelang habis karena tidak digunakan lagi? Setiap negara maju akan mencapai status mandiri energi dengan adanya teknologi baru.

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Other area