JAKARTA: PT Bank Syariah Mandiri akan memperkuat pembiayaan mikro pada tahun ini dengan strategi membuka outlet khusus di sebagian cabang perseroan yang telah beroperasi.
"Pembiayaan mikro BSM sudah berjalan satu tahun lebih, namun kami belum puas dan akan terus mengembangkan karena ini sesuai dengan strategi fokus pada ritel," ujar Dirut BSM Yuslam Fauzi, tadi malam.
Dia menjelaskan perseroan menetapkan strategi penambahan outlet mikro dengan biaya murah dalam meningkatkan portofolio pembiayaan. Gerai mikro itu tidak berdiri sendiri, namun dibuka dalam cabang BSM yang telah beroperasi.
"Kami akan buka sekitar 300 outlet mikro murah di dalam cabang BSM yang saat ini berjumlah 690 unit. Dengan strategi ini ekspansi mikro diharapkan bisa efisien dan efektif."
Dia mengaku tidak ingat berapa target yang ditetapkan dalam ekspansi pembiayaan mikro tahun ini. Yang pasti, kata dia, perseroan selalu menetapkan target pertumbuhan minimal 25% per tahun.
"Selalu dibayangan kita angka 25%, walaupun pada tahun-tahun lalu bisa dicapai lebih dari itu. Bahkan sampai 50%," ujarnya.
Tahun lalu, anak usaha PT Bank Mandiri Tbk ini mencatatkan pembiayaan (unaudited) Rp36,6 triliun pada akhir 2011, naik 52,69% dibandingkan dengan akhir 2010 sebesar Rp23,97 triliun. Sebanyak 70% dari portofolio pembiayaan disalurkan kepada ritel dan usaha mikro, kecil, dan menengah UMKM dan sisanya untuk korporasi
Peningkatan pembiayaan juga sejalan dengan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang dikelola perseroan. DPK yang dikelola BSM pada akhir 2011 mencapai Rp42,62 triliun, tumbuh 46,96% dibandingkan dengan akhir 2010 Rp29 triliun.
Kinerja tersebut mendorong peningkatan total aset menjadi Rp48,83 triliun, dari akhir 2010 yang sebesar Rp32,48 triliun. (tw)

Showing 1 - 1 of 1 comments