JAKARTA: Produk organik ternyata belum tentu sehat. Lembaga riset Earth Sciences di Dartmouth College, Hanover AS menemukan kandungan arsenik yang dapat memicu kanker pada sari pati beras merah organik.
Hasil studi menunjukkan snack sereal, produk pembangkit energi hingga makanan formula untuk bayi yang terbuat dari sari pati beras merah organik mengandung arsenik dengan kadar relatif tinggi.
Sejumlah jajanan sereal terbukti mengandung konsentrasi arsenik 12 kali lipat dari ambang batas aman setara 10 part per miliar (ppm) dalam segelas air sesuai ketentuan Environmental Protection Agency's (EPA) AS.
"Belum jelas apakah arsenik dalam beras ini membahayakan manusia. Tapi kandungan yang ada dalam makanan bayi perlu diwaspadai karena bayi masih kecil dengan ukuran tubuh yang juga lebih kecil," ujar Brian Jackson, salah satu peneliti Darmouth College.
Sebenarnya, arsenik sendiri terdapat dua macam yaitu organik dan inorganik. Istilah ini membedakan struktur kimia penyusun arsenik itu sendiri.
Mayoritas arsenik yang ditemukan peneliti ada inorganik yang umumnya dipahami sebagai bahan yang membahayakan tubuh. Paparan kronis arsenik dapat memicu kerusakan jaringan tubuh, kanker bahkan kematian.
Di AS saat ini belum ada aturan terkait ambang batas arsenik organik dalam makanan, termasuk panduan perbandingan arsenik dalam makanan dengan air minum karena diduga manusia justru mengkonsumsi lebih banyak arsenik dari makanan dibandingkan dengan dari air minum. (LiveScience/arh)

Showing 0 - 0 of 0 comments