Bisnis Indonesia - Bisnis.com


OMZET AKR akan meningkat sejalan dengan kenaikan BBM

Large_spbu011

Berita Terkait

 

JAKARTA: PT Aneka Kimia Raya Corporindo, emiten yang bergerak di bidang pengolahan gas dan distribusi bahan bakar minyak, diprediksi akan mengalami kenaikan pendapatan seiring dengan kenaikan harga BBM subsidi per awal April 2012 nanti.
 
Menurut Direktur AKR Corporindo Suresh Vembu, menyebut perseroan akan melakukan penyesuaian harga BBM subsidi yang mereka distribusikan seiring dengan rencana pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi di kisaran Rp500—Rp1.500.
 
"Kemungkinan kami akan mengalami kenaikan pendapatan, meski kecil. Nilainya belum kami hitung," ujar Direktur AKR Corporindo Suresh Vembu, saat dihubungi Bisnis hari ini.
 
Suresh menambahkan, saat ini perseroan mengoperasikan 31 stasiun pengisian bahan bakar yang berlokasi di pulau Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Sebanyak  12 di antaranya merupakan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), sementara sisanya merupakan Stasiun Pengisian Bahan
Perseroan mengalokasikan sekitar 110.000 kilo liter BBM subsidi ke pom bensin-pom bensin tersebut. 
 
Alokasi tersebut, menurut Vembu, porsinya tidak lebih dari 5% total penjualan bahan bakar minyak emiten berkode saham AKRA tersebut.
 
Berdasarkan laporan keuangan 9 bulan pertama tahun lalu, pendapatan dari penjualan BBM mencapai Rp11,5 miliar. Jumlah tersebut memiliki kontribusi 79,96% terhadap total pendapatan konsolidasi sebesar Rp14,38 miliar.
 
Berdasarkan situs resmi perseroan, AKRA merupakan satu-satunya perusahaan swasta yang memiliki izin distribusi BBM berusbsidi. Sejak mengawali debutnya pada 2009, jumlah BBM bersubsidi yang didistribusikan perseroan terus mengalami peningkatan, dari 56.500 kiloliter pada 2009 menjadi 110.000 kilo liter pada tahun ini.
 
Switching Kepala Riset Henan Putihrai Securities Felix Sindhunata memerkirakan kenaikan BBM subsidi memiliki dampak yang beragam terhadap emiten. Emiten-emiten yang sensitif dengan suku bunga dan berorientasi ke pasar domestik akan merasakan dampak terbesar.
 
"Kenaikan BBM akan mendorong inflasi. Itu berpengaruh terhadap saham-saham di sektor Bank dan otomotif", jelasnya ketika dihubungi Bisnis hari ini.
 
Sementara itu, sektor konsumer diprediksinya tidak terlalu terimbas kenaikan BBM subsidi. Meski kenaikan BBM bisa memicu inflasi dan meningkatkan harga barang-barang konsumsi, namun Felix menganggap bahwa sektor konsumer punya resistensi terhadap inflasi.
 
"Konsumer relatif resisten terhadap inflasi, karena orang tetap membutuhakan barang-barang konsumsi dalam kondisi apapun. Sektor ini sifatnya defensive stock," paparnya.
 
Felix menambahkan, kebijakan pemerintah melalui Bank Indonesia nampaknya lebih menitiberatkan pada pertumbuhan ekonomi dibandingkan pengendalian inflasi. Hal tersebut nampak dari kebijakan suku bunga rendah yang masih dipertahankan BI hingga kini.
 
Dia memerkirakan, akan terjadi peralihan pilihan saham (switching) seiring dengan kenaikan harga BBM. Investor akan meninggalkan sektor perbankan dan otomotif, serta beralih ke sektor yang berorientasi ekspor.
 
"Kenaikan BBM dipicu oleh kenaikan harga minyak dunia. Kenaikan itu juga terjadi pada komoditas lain seperti timah dan nikel. Emiten-emiten komoditas berorientasi ekspor punya peluang mencatatkan kenaikan pendapatan," imbuhnya. (sut)

Discuss: OMZET AKR akan meningkat sejalan dengan kenaikan BBM

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Other area