WASHINGTON: Sebuah serangan udara Israel terhadap instalasi nuklir Iran akan terlalu besar dan sulit dilakukan, kata media Amerika Serikat, Senin, yang mengutip sejumlah pejabat pertahanan dan analis militer.
Harian New York Times melaporkan bahwa untuk melancarkan serangan terhadap Iran, para pilot Israel harus terbang lebih dari 1.600 kilometer di sepanjang wilayah udara negara tetangga yang tidak bersahabat, melakukan pengisian bahan bakar di udara, mengatasi sistem pertahanan udara Iran, melakukan serangan terhadap sejumlah tempat secara bersamaan, dan mengerahkan lebih dari 100 pesawat.
Koran AS itu mengutip sejumlah pakar termasuk David Deptula, yang baru pensiun sebagai pejabat intelijen Angkatan Udara AS tahun lalu, serta Direktur Proyek Angkatan Udara Rand Corp. Andrew Hoehn yang mengatakan misi itu akan sangat sulit dilakukan.
Pendapat sejumlah pakar tersebut senada dengan pernyataan mantan direktur CIA, Michael Hayden, yang bulan lalu mengatakan serangan udara yang bisa merusak program nuklir Iran melebihi kemampuan Israel saat ini.
Dalam wawancara dengan CNN pada Minggu, Kepala Staf Gabungan AS Martin Dempsey mengatakan sejumlah pejabat AS telah mencoba untuk mencegah Israel melakukan serangan terhadap Iran.
"Hal itu telah kami sarankan kepada mereka. Kami juga paham, atau setidaknya kami yakin pemerintah Iran belum memutuskan untuk mengembangkan kemampuan persenjataan nuklir mereka," kata Dempsey.
Pejabat AS yakin Iran adalah aktor rasional dan jalan yang kini ditempuh merupakan langkah paling bijak, karena sanksi ekonomi terhadap Iran sudah mulai menunjukkan hasilnya. (Antara/Xinhua/Oxana/arh)

Showing 0 - 0 of 0 comments