JAKARTA: Penggemar gadget di Tanah Air kembali mendapatkan pilihan anyar. Nokia Indonesia, hari ini, Jumat, 17 Februari, menghadirkan Nokia Lumia 800 dan Nokia Lumia 710 berbasis Windows Phone.
Dua ponsel cerdas ini merupakan dua seri pertama yang menandakan kolaborasi Nokia dengan Microsoft. Nokia Lumia 800 dipasarkan dengan harga Rp5,25 juta dan Lumia 710 seharga Rp2,9 juta.
Bersamaan dengan peluncuran Nokia 800 dan Nokia Lumia 710, Nokia bersama Microsoft Indonesia memperkenalkan Marketplace khusus Indonesia.
Pengguna Nokia Lumia dapat mengunduh hingga 11.000 aplikasi. "Marketplace ini membantu meningkatkan jangkauan pengembang aplikasi untuk naik ke level dunia," ujar Andreas Diantoro, Presiden Direktur Microsoft Indonesia Jumat (17/02).
International Data Corporation (IDC) mencatat Nokia masih memimpin pangsa pasar global hingga akhir tahun lalu dengan pencapaian pangsa pasar sebesar 27% serta total pengapalan produk handset atau telepon seluler (ponsel) mencapai 417, 1 juta unit.
Namun, hasil riset IDC yang dikeluarkan hari ini mengindikasikan penurunan pangsa pasar Nokia sebesar 5,6 basis poin ketimbang 2010.
Kemerosotan tersebut dominan diakibatkan oleh kegagalan Nokia Lumia menyalip ketenaran smartphone berbasis iOS dan Android di Eropa.
Pangsa pasar 2%
Nokia Lumia hanya memperoleh 2% pangsa pasar di Benua Biru. Sementara itu, Google yang mengusung smartphone berbasis sistem operasi Android menguasai 50% serta Apple sebesar 20%.
Namun, Nokia cukup tertolong oleh penjualan feature phone yang menyasar segmen pasar menengah bawah di sejumlah negara berkembang.
Samsung berpotensi menyodok urutan teratas berkat pencapaian 21,3% pangsa pasar global hingga akhir tahun lalu. Apple, LG, dan ZTE menguntit di belakang dengan perolehan pangsa pasar minor sebesar 6%, 5,7%, dan 4,3 %.
Sejak tahun lalu, Nokia mulai berupaya mengurangi produksi ponsel berbasis sistem operasi Symbian karena ingin fokus meningkatkan penjualan ponsel cerdas berplatform Microsoft Windows. (Bsi)

Showing 1 - 1 of 1 comments