Bisnis Indonesia - Bisnis.com


NILAI TUKAR: Rupiah kembali menguat tipis

Berita Terkait

SINGAPURA: Nilai tukar rupiah naik untuk pertama kalinya dalam 4 hari setelah laporan AS menambah sinyal pemulihan ekonomi terbesar dunia dan optimisme bahwa Yunani bakal mendapat dana talangan kedua juga meningkat.

Apresiasi rupiah kemungkinan terbatas setelah Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution mengatakan pada 10 Februari bahwa pemerintah telah melakukan intervensi di pasar mata uang dan obligasi untuk mengekang volatilitas.

Penguatan itu sejalan pula dengan Indeks MSCI Asia Pacific Index atas saham yang menguat secara mingguan untuk kesembilan kalinya, sama seperti rekor yang pernah ditorehkan pada 1988.

Sentimen pasar didukung klaim pengangguran di AS yang jatuh ke posisi terendah empat tahun dan indeks ekonomi Federal Reserve Bank of Philadelphia mengungguli estimasi ekonom.


“Semua mata uang regional lainnya menguat dan rupiah bergerak ke arah yang sama," kata Artanavaro Gasali, pedagang mata uang PT Bank ICBC Indonesia. Dia memperkirakan rupiah akan berkisar 8.900—9.000 per dolar minggu depan karena bank sentral mungkin menjaga nilai tukar di kisaran itu.


Data Bloomberg menunjukkan nilai tukar rupiah menguat 0,35% menjadi 9.058 per dolar pukul 15.36 (Jumat, 17 Februari 2012) di Jakarta. Rupiah tercatat masih melemah 0,3% minggu ini.

Penguatan rupiah juga dipengaruhi sentimen Eropa. Pemerintah Eropa sedang mempertimbangkan memangkas suku bunga pinjaman darurat ke Yunani dan menggunakan kontribusi dari Bank Sentral Eropa untuk mengisi kesenjangan pembiayaan baru dalam program bailout kedua untuk Athena.

Di sisi lain, klaim pengangguran AS turun 13.000 dalam pekan yang berakhir 11 Februari menjadi 348.000, kurang dari perkiraan paling optimistis dari 45 ekonom yang disurvei Bloomberg. (faa)

Discuss: NILAI TUKAR: Rupiah kembali menguat tipis

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Other area