JAKARTA: Nilai tukar rupiah akhirnya kembali menguat setelah terdepresiasi dalam 2 hari terakhir di tengah spekulasi Bank Indonesia gencar melakukan intervensi untuk menahan kejatuhan mata uang tersebut.
Data Bloomberg yang dikompilasi dari bak-bank lokal menunjukkan nilai tukar rupiah melaju 0,5% menjadi 8.943 per dolar pukul 16.34 di Jakarta. Sebelumnya, mata uang itu tergelincir 0,2%. Rupiah diperdagangkan pada rentang 8.953—9.003 per dolar.
Adapun, kurs tengah Bank Indonesia menunjukkan rupiah berada pada 8.998 per dolar, sedikit berubah dari posisi sebelumnya 8.988 per dolar.
"Bank Indonesia biasanya datang pada akhir sesi perdagangan untuk mendukung mata uangnya," kata Gundy Cahyadi, ekonom Oversea-Chinese Banking Corp di Singapura. Pada dasarnya, lanjutnya, Indonesia dalam kondisi cukup kuat, tetapi ada tekanan eksternal dalam bentuk risiko global.
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan produk domestik bruto Indonesia naik 6,5% pada 2011, dibandingkan dengan peningkatan revisi 6,20% tahun sebelumnya. Secara nilai, PDB 2011 naik Rp990,8 triliun menjadi Rp7.427,1 triliun dari Rp6.436,3 triliun pada 2010.
Sementara itu, Bank Indonesia mengatakan bulan lalu pihaknya akan membeli surat utang pemerintah untuk mendukung mata uang. Data Bursa Efek Indonesia kemarin menunjukkan investor asing menjual saham US$53 juta lebih banyak dari yang mereka beli.
Data Kementrian Keuangan menunjukkan investor asing meningkatkan kepemilikan pada obligasi pemerintah lebih dari 2% menjadi Rp235,22 triliun pekan lalu. (faa)
Showing 0 - 0 of 0 comments