Bisnis Indonesia - Bisnis.com


NERACA PEMBAYARAN: Defisit transaksi berjalan diprediksi meningkat

Large_gedung__9_

Berita Terkait

JAKARTA: Defisit transaksi berjalan dalam Neraca Pembayaran Indonesia diprediksi akan mengalami tren peningkatan dalam beberapa tahun ke depan, yang dipicu oleh makin tingginya impor.

 

Mirza Adityaswara, Ekonom Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia( ISEI) mengatakan pemerintah perlu mewaspadai defisit transaksi berjalan (current account) yang terjadi pada kuartal IV 2011, yang berpotensi akan terus meningkat pada tahun ini dan tahun-tahun berikutnya.

 

“Tahun ini defisit current account mungkin sekitar 0,2%-0,5% dari PDB [Pendapatan Domestik Bruto]. Namun kalau impor terus tinggi dibandingkan dengan ekspor maka pada 2013 defisit akan mencapai 1,5% dari PDB dan 2014 menjadi 2% dari PDB. Batasnya adalah 3% dari PDB,” ujarnya, siang ini.

 

Menurutnya, potensi kenaikan itu akan memaksa Bank Indonesia untuk menaikan  suku bunga guna menurunkan defisit. Hal itu dilakukan demi menjaga prinsip kehati-hatian dalam mengendalikan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI).

 

“Peringkat utang itu dipengaruhi oleh karena manajemen NPI dan perbankan yang prudent. Sehingga kalau kita melanggar NPI yang prudent maka akan berpengaruh terhadap peringkat surat utang Indonesia,” tuturnya..

Discuss: NERACA PEMBAYARAN: Defisit transaksi berjalan diprediksi meningkat

Showing 1 - 2 of 2 comments

  • 01360f7997d76273300a1b18c1c0d70c.png?s=37&d=http%3a%2f%2fwww.bisnis.com%2fimages%2fimg-comment-avatar

    Purmanto Syaeful

    Sabtu, 25 Februari 2012 | 16:38 WIB

    memberikan suatu kebijaksanan yang bagus memang susah yah maklum negara masih berkembang masih cari jati diri yang hakiki

  • Fdc971e7aaa9dab2a62ff883279b5b09.png?s=37&d=http%3a%2f%2fwww.bisnis.com%2fimages%2fimg-comment-avatar

    Beban Negara

    Jum'at, 17 Februari 2012 | 17:57 WIB

    Mau beri makan apa 200 juta orangmu? Jika per hari Rp 15.000 maka setara dengan Rp 3 triliun per hari dihabiskan hanya untuk konsumsi belum untuk beban lainnya. Artinya anggaran Rp 1.000 triliun hanya sanggup untuk menghidupi indonesia kurang dari 11 bulan. Beban penduduk bangsa liar kelas rendah indonesia terlalu berat. Lebih baik dipecah saja menjadi beberapa negara baru agar beban ditanggung masing-masing daerah sekaligus belajar mandiri didunia internasional.

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi

Most Read


Other area