JAKARTA: PT Asuransi Kesehatan (Persero), BUMN yang bergerak di bidang asuransi kesehatan, mengincar total modal investasi senilai Rp11,3 triliun pada akhir 2012.
Direktur Keuangan Askes Purnawarman Basundoro mengatakan pada awal tahun ini pihaknya menyiapkan modal investasi senilai Rp10,2 triliun, tumbuh 7,36% dari modal investasi pada awal 2011 sebesar Rp9,5 triliun.
Sebagian besar dana tersebut yaitu sekitar 85%, ujarnya, ditempatkan pada instrumen pendapatan tetap (fixed income) seperti deposito dan obligasi. Sementara itu sebanyak 15% sisanya akan ditempatkan pada instrumen pendapatan tidak tetap (non fixed income) seperti saham dan reksa dana.
Dia menargetkan imbal hasil 10,5% atau sekitar Rp1,07 triliun sehingga total modal investasi di akhir tahun mencapai sekitar Rp11,3 triliun. Target imbal hasil tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan pencapaian imbal hasil investasi perseroan pada tahun lalu sebesar 8,3%.
Berdasarkan catatan Bisnis, perseroan mencatatkan hasil investasi sekitar Rp700 miliar pada tahun lalu, lebih rendah dari target Rp790 miliar karena pasar modal yang tidak stabil sepanjang 2011.
“Kita lihat perkembangan di pasar modal, kan masih ada kaitan dengan masalah-masalah yang terjadi di Eropa. Memang beberapa analisis menyebutkan prospek di 2012. Investasi kami 85 : 15 di fixed income. Namun jika ada pergeseran, maka maksimal sebanyak 80% investasi ditempatkan pada fixed income dan 20% pada non fixed income,” ujarnya, hari ini 20 Februari 2012.
Pada tahun ini, ujarnya, perseroan juga menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp200 miliar, tumbuh tipis dari belanja modal pada tahun lalu sebesar Rp190 miliar.
Menurut Purnawarman, belanja modal tersebut terutama dilakukan untuk pengembangan infrastruktur dalam rangka persiapan ganti baju perseroan menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) per 1 Januari 2014.
“Sebagian besar capex digunakan untuk pembangunan infrastruktur seperti perbaikan sistem jaringan dan penambahan kantor. Persiapan ini dilakukan untuk menyambut BPJS,” ujarnya.
Dia menuturkan perseroan akan menambah 5 kantor cabang tambahan pada tahun ini yaitu di Serang Banten, Singaraja Bali, Padang Sidempuan Sumatra Utara, serta Manokwari dan Merauke di Papua.
Perseroan memproyeksikan perolehan premi bruto pada tahun ini dapat mencapai Rp9,2 triliun, yang diperoleh dari potongan terhadap gaji pokok pegawai pemerintah dan pegawai negeri sipil.
Saat ini, perseroan tengah dalam persiapan untuk bertransformasi menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan pada 1 Januari 2014.
Dengan perubahan status tersebut, dipastikan Askes akan melayani lonjakan jumlah peserta. Sampai dengan saat ini, Askes melayani sekitar 16,5 juta peserta. Setelah menjadi BPJS, maka lembaga tersebut harus dapat melayani sebanyak 240 juta peserta yang merupakan penduduk Indonesia. (faa)

Showing 0 - 0 of 0 comments