JAKARTA: Anak usaha PT Global Mediacom Tbk, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNC), membidik laba bersih Rp1,5 triliun tahun ini atau naik 36% dari laba bersih belum diaudit yang dibukukan sepanjang tahun lalu Rp1,1 triliun.
Manajemen berkode saham MNCN ini menyatakan pencapaian laba bersih tahun lalu itu meningkat 47% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp730,21 miliar.
“Laba bersih diproyeksikan sebesar Rp1,5 triliun pda 2012, meningkat 35% dengan laba per saham Rp107,” tulis Investor Relation MNC Robert Satrya dana Mulana Hutabarat dalam siaran pers di Bursa Efek Indonesia hari ini.
Laba bersih tahun lalu ditopang oleh laba usaha yang meningkat 34% menjadi Rp1,6 triliun dengan total beban usaha yang hanya meningkat 3%. Beban usaha yang naik tipis lantaran perseroan mampu menurunkan beban langsung sbesar 4% melalui pemanfaatan content untuk penyiaran kedua kali dan secara efektif mengontrol biaya produksi.
“Tahun lalu laba bersih naik 47% menjadi Rp1,1 triliun dengan laba per saham Rp79 dibandingkan dengan laba per saham pada tahun 2010 sebesar Rp54,” katanya.
Direktur Utama MNC Hary Tanoesoedibjo sebelumnya pernah memperkirakan pendapatan perusahaan tahun lalu—tanpa televisi berbayar-mencapai Rp5,5 triliun atau naik 13% dari total pendapatan 2010 Rp4,85 triliun. Laba bersih perseroan tahun lalu juga sesuai dengan estimasi yakni Rp1,05 triliun—Rp1,1 triliun.
Di sisi lain, dari sisi laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) perseroan naik 26% dari 2010. EBITDA marjin konsolidasi juga naik 34% tahun lalu dari 2010 yakni tumbuh 30%.
Robert Satrya dana Mulana mengatakan pendapatan iklan tahun lalu meningkat 19% yang dimotori oleh 3 FTA TV dan Harian Seputar Indonesia. Level pertumbuhan tersebut mengungguli pertumbuhan industri yakni 15%.
Tahun ini MNC berencana mengalokasikan dana sebesar US$15 juta dari kas internal guna menasionalkan jaringan 17 televisi lokal di bawah bendera MNC pada tahun ini.
MNC sudah memiliki tiga televisi nasional yakni PT Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI), PT Global Informasi Bermutu (Global TV), dan PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia (MNC TV, dahulu TPI).
Setelah melaporkan kinerja tahunan belum diaudit, harga saham perseroan langsung menguat 7,64% menjadi Rp1.550 per saham dengan kapitalisasi pasar Rp21,46 triliun. Harga tersebut membentuk PE ratio 19,60 kali.
Berdasarkan laporan keuangan MNC per September 2011, pemegang saham pengendali MNC adalah PT Global Mediacom Tbk sebesar 71,41% dan Mediacorp Investment Pte Ltd sebesar 6,81%, sedangkan publik investor memiliki 21,79% saham.Sebelumnya Saban Capital Group membeli 692 juta lembar saham MNCN ini. Jumlah ini setara dengan 7,5% dari total kepemilikan di MNC dari Global Mediacom.
Setelah itu, salah satu pemilik perusahaan Hary Tanoesoedibjo juga melepas sebagian sahamnya sebanyak 350 juta lembar. Tak hanya itu, perusahaan juga baru saja melepas kembali saham yang dulu sempat dibeli kembali (treasury stock) sebanyak 370 juta lembar saham. (sut)
Showing 1 - 1 of 1 comments